HEADLINE

Ikadin Batam Berikan Santunan dan Pendampingan Hukum Terhadap Anak Di Bawah Umur Korban Pencabulan Ayah Tirinya








Batam, BR - Knologis tertangkapnya tersangka Fahrudin (pelaku pencabulan anak tirinya berinisial L (14)  ini tidak mudah, karena tersangka ini selalu berpindah - pindah. Tersangka sudah tau kalau ia di cari polisi.

" Hal yang ingin kami sampaikan adalah knologis kejadian tertangkapnya Fahrudin itu, yang sekarang di tahan di Polresta Barelang. Dan sudah menjalani proses hukum atas perbuatan dia yang telah mencabuli anak tirinya (korban) yang berinisial L " kata Juhrin Pasaribu, SH, MH yang di dampingi Jufriyadi, SH dan Andy Nurezta, SH, selaku Penasehat Hukum yang ditunjuk oleh korban, kepada Batamreport. com. Selasa (18/4).

Juhrin juga menerangkan, saat kasus ini terbongkar atas laporan seseorang yang bernama Lubis ke posbakum Ikadin Batam, dari laporan itulah langsung di laporkan ke Unit Perlindungan  anak dan perempuan (PPA)  Polresta Barelang.

" Disini mau kami sampaikan adalah terbongkarnya kasus ini, adalah andil dari Kadin DPC Kota Batam/Posbakum, dimana pertama kali ada seseorang yang namanya Lubis, menyampaikan ke pak Andi, oleh pak Andi langsung di follow up laporan tersebut ke  Polresta, dan di Polres di lakukan pergerakan oleh beberapa anggota unit PPA, untuk di lakukan pengintaian, karena si Fahrudin ini sulit di hubungi karena tidak membawa handphone.


Karena tersangka ini sudah tau kalau dia sudah di laporkan ke Polisi atas perbuatannya tersebut, oleh karena itu tersangka selalu berpindah - pindah tempat, lanjut Juhrin.

" Alhamdulillah sabtu kemarin berkat andilnya Posbakum Ikadin Batam, dia (red. tersangka) sudah di tangkap dan di proses. L sendiri di Cabuli semenjak kelas 3 SD sampai kelas 1 SMP, dia di ancam akan di bunuh kalau tidak mengiyakan apa yang di minta oleh tersangka ini (Fachrudin), karena ibu korban yang kerjanya sebagai pemulung ini, tidak bisa selalu mengawasi anak - anaknya di rumah, " ujarnya.

Menurut Juhrin Pasaribu. SH. MH,  akhirnya kasus tersebut terbongkar juga serta meminta uluran tangan dari siapa pun untuk membantu korban untuk bersekolah kembali lagi.

" Lama kelamaan terbongkar juga kasus ini, jadi kini kami mengimbau, uluran tangan bagi siapa saja, yang bisa membantu L ( korban)  yang mau melanjutkan sekolahnya lagi, " tutur Juhrin.

L (14), mengaku di  cabuli Ayah tirinya semenjak kelas 3 SD, dan di ancam akan di bunuh pakai golok jika tidak mau menuruti kemauan ayah tirinya tersebut.

Juhrin Pasaribu, SH, MH, juga mengatakan ketika ayah tiri L melakukan perbuatan yang tidak senonoh, L selalu menangis dan mental L nya jadi turun dan pendiam.

" Sebenarnya L ini anaknya periang dan ceria, namun atas seringnya kejadian pencabulan yang dilakukan bapak tirinya itu kepada dia, membuat ia jd anak yang pemurung dan pendiam, " jelas Juhrin.

Selain itu, menurut Ibu korban, mengetahui perbuatan suaminya baru sejak bulan ini, yang mendapati adanya kejanggalan - kejanggalan pada diri pelaku.



" Saya baru tau hari minggu dalam bulan ini, saat itu L bersama teman temannya mencari besi, lalu suami saya marah dia bilang "kau pacaran lagi", kejanggalan yang saya lihat kok marahnya aneh" ujar Ibu korban.

Ibu Korban yang bernama Ida ini, juga mengatakan, jika suaminya itu selalu memukul jika ada sedikit kesalahan saja.

" Saya berharap ia di hukum seberat - beratnya, " harap ibu korban.

Kejadian pencabulan tersebut terjadi dari tahun 2014 hingga saat ini, kasusnya baru terungkap saat ini, dan menurut Juhrin Pasaribu, SH, MH. L akan melanjutkan sekolahnya lagi setelah tahun ajaran baru.

Sebelumnya, ibu korban juga pernah membuat laporan ke Polsek tapi tidak jadi, karena ibu tersebut keterbatasan hukum serta tidak mempunyai biaya karena mempunyai empat orang anak.

Tersangka Fachrudin, terancam kurungan 15 tahun penjara dengan pemberatan, juga diperkirakan akan hukuman bisa ditambah sepertiga dari ancaman tersebut. Sesuai undang-undang perlindungan anak.

Selain melakukan pendampingan hukum terhadap korban (L) , Ketua DPC Ikadin Batam / Posbakum, memberikn bantuan ala kadarnya kepada korban, dimana bantuan tersebut berupa santunan uang tunai,  karena Ikadin Batam merasa simpatik terhadap kasus yang menimpa L (korban)  sejak kecil hingga menjelang remaja tersebut.

" Kami memberikan bantuan berupa santunan yang mungkin tidak seberapa nilainya, ini kami lakukan demi semata - mata rasa Kemanusian dan simpatik saja terhadap korban, dimana korban saat ini menjadi trauma atas kasus pencabulan yang dilakukan ayah tirinya tersebut yang sangat cukup lama dialaminya,  " pungkas Juhrin.



(Red/Aidil). 

Abun Manager Morena Pub : Penari - Penari Itu Bukan Pekerja Morena





Batam, BR - Penari Erotis (Dancer) yang tampil pada acara Pelantikan dan Pesta Rakyat yang digelar Organisasi Massa (Ormas) Penjaga Marwah Rudi di alun - alun Engku Putri  Batam Center,  bukanlah pekerja di salah satu Pub terkenal di Batam ( Morena). 

Hal ini disampaikan dengan tegas oleh Abun, selaku Manager Pub & KTV Morena, bahwa tiga orang wanita penari erotis (dancer)  yang menari di acara Ormas PMR bukanlah pekerja di Morena Pub. 

" Mereka bertiga (red.Dancer) bukanlah pekerja tetap di Pub kami, " kata Abun, saat dikonfirmasi awak media. 

Sambung Abun, tidak benar ketiganya bekerja di Pub Morena ini, meskipun mereka pernah show ( menari) ditempatnya tersebut. Bahkan banyak tempat atau pub lain yang pernah show memakai jasa mereka. Jadi jika mereka ada di acara PMR itu tidak ada hubungannya dengan kami (Morena Pub). 

Hal yang sama juga dikatakan oleh Nobel teman dari 3 penari erotis (dancer)  tersebut. 

"Setahu saya mereka biasanya di undang oleh beberapa pub, saat akan menggelar even seperti grand openning KTV atau Pub," terang Nobel yang mengaku telah 6 bulan berteman dengan 3 penari itu. 

Sampai tadi pagi, lanjut Nobel, saya masih datang ke Polresta untuk antar makanan buat mereka bertiga, sebagai bentuk simpati saya ke mereka. Bahkan orang tua dari salah satu penari itu ada yang masuk rumah sakit karena kejadian itu.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah menetapkan 5 tersangka di jerat dalam UU No. 44 tahun 2008 tentang pornografi, dengan ancaman 10 tahun penjara. Dan hingga berita ini di terbitkan berdasarkan informasi yang di dapat bahwa 3 penari tersebut belum di dampingi pengacara mengingat ancaman hukuman terhadap mereka.

(Red/Aidil). 

Tim Gabungan WFQR IV, Lanal Batam dan Patkamla Sea Rider 1 Tangkap Speedboat Bermuatan TKI Ilegall







Batam, BR - Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam gelar ekspos penangkapan Tenaga Kerja Indonesia Ilegal yang ditangkap oleh Tim Gabungan WFQR IV. 

Hal ini dikatakan oleh Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Dan Lanal) Batam, Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan saat menggelar konfrensi pers kepada sejumlah awak media, di dermaga Mako Lanal Batam.

Ia menjelaskan,  Tim Gabungan WFQR  Lantamal IV dan Lanal Batam, dengan Patkamla Sea Rider 1 telah melaksanakan penangkapan terhadap speedboat tanpa nama yang bermesin tempel merek Yamaha 250 PK, sebanyak 3 unit,  yang membawa TKI illegal di perairan Teluk Mata Ikan Nongsa Batam, pada titik koordinat 1"11'20.2956' N - 104"6'391428 E. selasa (17/4).


" Penangkapan berawal dengan adanya informasi intelijen bahwa akan adanya aktifitas pengiriman TKI ilegal dari Batam dengan tujuan Malaysia. Dam selanjutnya Tim WFQR IV dengan menggunakan Patkamla Sea Rider 1 Lanal Batam melaksanakan patroli penyekatan di beberapa titik yang kemungkinan akan dilalui oleh kapal pengangkut TKI ilegal tersebut, " kata Iwan.

Sambungnya, berdasarkan informasi tersebut, pada hari Senin (16/4) sekira pukul 17.00 Wib, Tim WFQR  Lanal Batam dalam hal ini Patkamla Sea Rider 1 melaksanakan giat patroli penyekatan di sektor tengah perairan Nongsa Batam yang diduga dilalui speedboat tersebut.

Selanjutnya, pukul 23.45 Wib pada saat Tim WFQR Lanal Batam, Patkamla Sea Rider 1 melaksanakan penyekatan, terdeteksi secara visual terlihat adanya speedboat yang mencurigakan dari arah Teluk Mata Ikan Nongsa Batam, menuju ke arah Malaysia, dan dilaksanakan pengejaran.


" Pada hari Selasa (17/4) sekira pukul 00.15 Wib Patkamla Sea Rider 1 berhasil menghentikan speedboat, dan dilakukan pemeriksaan terhadap speedboat dan muatannya. Setelah dilaksanakan pemeriksaan diketahui speedboat tersebut bermuatan TKI ilegal sebanyak 49 orang terdiri dari 40 orang (laki - laki 36, dan perempuan 4) serta 9 orang WNA Bangladesh, dengan ABK 4 orang. Para TKI ilegal tersebut akan diberangkatkan ke Malaysia, " ujarnya.

Lanjut Iwan lagi, speedboat tanoa nama yang bermesin tempel 3 itu betsama muatannya, dibawa menuju dermaga Lanal Batam, untuk diproses lebih lanjut. Setibanya di Lanal Batam langsung dilakukan pemeriksaan terhadap muatan yakni para TKI ilegal tersebut, untuk mengetahui apakah ada membawa barang - barang terlarang. Sedangkan untuk abk nya dilaksanakan tes urine dengan hasil 2 orang abk positif mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi.

" Tindak lanjut terhadap speedboat dan abk kapal, akan dikenakan undang pelayaran. Untuk TKI ilegal akan di koordinasikan lebih lanjut dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI),  Imigrasi dan BNN Kota Batam, sebagai instansi yang berwenang. Sedangkan dugaan pelanggaran yang dilakukan adalah tindak pidana pelayaran, keimigrasian, penyalahgunaan narkotika dan perlindungan imigran Indonesia, " pungkas Kolonel Laut (E)  Iwan Setiawan.



(Red/Aidil). 


7 Tersangka dalam 4 Kasus Narkoba di Ungkap BNNP Kepri






Batam, BR - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) kembali menggelar konferensi pers, terkait pengungkapan 4 kasus peredaran gelap Narkotika dan Obat - obatan (Narkotika) jenis sabu yang terjadi di wilayah Kepulauan Riau. 

Adapun barang bukti narkoba jenis sabu tersebut, seberat 3440.5 gram yang disita dari 7 tersangka, Selasa (17/4/2018).

Hadir dalam gelar konfrensi pers tersebut, kepala BNNP Kepri, Richard Nainggolan, Kabid pemberantasan BNNP Kepri dan Kepala Bea dan Cukai Batam.

Dari 4 kasus yang di ungkap oleh BNNP Kepri antara lain :

1. Selasa (27/3/2018), sekira pukul 13.00 Wib di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Kota Batam Provinsi Kepri, petugas Bea dan Cukai mengamankan satu orang laki-laki atas nama N  WNI karena kedapatan membawa Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat  229 gram.

2. Minggu (8/42018), sekira pukul 23.00 Wib di Ruli Kampung Aceh Simpang Dam Muka Kuning, Kota Batam Provinsi Kepri, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepri mengamankan satu orang laki-laki atas nama M  WNI, karena kedapatan membawa Narkotika Golongan I sabu sebanyak satu bungkus plastik bening berisi kristal bening yang diduga Narkotika Golongan 1 Jenis Sabu yang setelah ditimbang seberat 0.8 gram.

3. Kamis (12/4/2018), sekira pukul 08.00 Wib di Pelabuhan Rakyat Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam Provinsi Kepri, Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepri mengamankan satu orang laki-laki atas nama I  WNI karena kedapatan memiliki Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat 3.210 gram. Dari tersangka I, dilakukan pengembangan dengan melakukan control delivery, selanjutnya melakukan penangkapan terhadap tersangka N , S, dan Y di salah satu hotel kawasan pelita.

4. Minggu (15/4/2018),di Bengkong Permai RT 1 RW 2 Blok A No.5, Kota Batam Provinsi Kepri, Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepri mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya transaksi atau jual beli narkoba jenis sabu di Bengkong.

Lalu pada hari senin (16/4/2018) Pukul 02.00 WIB Penyidik BNNP Kepri menindak lanjutin laporan dari masyarakat tersebut dengan melakukan penangkapan satu orang laki-laki atas nama A WNI karena kedapatan memiliki Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 0.70 gram.

Kepala BNNP Kepri, Richard Nainggolan mengatakan, di tempat salah satu tersangka A, di amankan sembilan orang anak-anak dibawah umur, rata-rata usianya 15 tahun sampai 20 tahun. Anak - anak tersebut tidak sekolah lagi, dari sembilan anak-anak ada tujuh laki-laki dan dua perempuan, mereka masih dalam pemeriksaan.

Richard Nainggolan juga menjelaskan, para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1&2), pasal 112 ayat (1&2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.


(Red/Aidil/WTB). 

Hendie Devitra SH : Keterangan saksi Conti Chandra Bertentangan Dengan Bukti Formal







Batam, BR -  Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menyidangkan perkara dugaan penipuan, penggelapan dan pemalsuan surat di BCC Hotel, dengan terdakwa Tjipta Fudjiarta, dalam agenda mendengarkan keterangan saksi/pelapor/korban, Selasa (10/4).

Di dalam sidang yang diketuai oleh Tumpal Sagala SH, yang di dampingi oleh Reni Pitua Ambarita,SH dan Yona Lamerosa Ketaren,SH selaku hakim anggota, mendapati banyak keterangan saksi dalam hal ini Conti Chandra (korban/pelapor), yang bertentangan dengan bukti formal (bukti surat).

Hal ini diungkap oleh Hendie Devitra SH yang didampingi Sabri Hamri SH, selaku Penasehat Hukum Tjipta Fudjiarta (terdakwa), bahwa di dalam perkara kliennya tersebut, saksi Conti Chandra selaku korban, yang di hadirkan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batam, di dalam memberikan keterangannya,yang bertentangan dengan bukti surat (formal).

" Tetapi apapun itu, merupakan hak dari saksi untuk menyampaikan keterangan yang ingin dia sampaikan. Nanti kita akan lihat secara utuh dari keterangan saksi yang lain dan bukti-bukti surat yang diajukannya," kata Hendie.

Sebelumnya, di dalam persidangan, saksi Conti Chandra mengaku awal perkenalan nya dengan Tjipta Fudjiarta dari istrinya yang mempunyai hubungan kekeluargaan. Disamping itu juga Tjipta Fudjiarta menawarkan saham sebesar Rp.27,5 miliar kepada saksi Conti melalui sambungan telepon. Berdasarkan tawaran tersebut, akhirnya saksi mengambil tawaran saham tersebut. Saham sebesar Rp.27,5 m itu disepakati dengan dasar tanpa bunga dan jaminan.

" Saya di suruh datang ke Medan untuk membicarakan tawaran saham oleh Tjipta Fudjiarta,dengan dijemput oleh sopir terdakwa," kata Conti.

Sedangkan Penasehat Hukum (PH) terdakwa Tjipta Fudjiarta,Hendie Devitra SH, terus mencerca saksi Conti dengan berbagai pertanyaan yang sempat menyulut emosinya,seperti pertanyaan soal akta notaris yang dianggap memberikan keterangan palsu.

" Para pemegang saham berencana memecat dan mengeluarkan anda pada tanggal 22 juli dalam sebuah nota ," tanya Hendie kepada saksi Conti..

Selain itu juga, Hendie mengatakan bahwa keterangan yang diberikan saksi Conti Chandra tidak sesuai dengan apa yang ada di beberapa akta notaris, dan seakan akan berusaha memutar balikkan fakta dengan apa yang sudah diputuskan para pemegang saham.

" Koq keterangan saudara saksi berbeda dengan para keterangan pemegang saham," tanya Hendie.

Bahkan Majelis hakim Tumpal Sagala SH, sempat mengingatkan saksi Conti Chandra untuk tidak berbelit - belit dalam memberikan keterangan di dalam sidang. Hingga akhirnya juga,hakim yang menyidangkan perkara tersebut menunda sidang dan melanjutkannya kembali pada tanggal 23 april 2018 dengan agenda masih yang sama mendengarkan keterangan saksi lainnya.


(Red/Aidil).















Ini Penjelasan Ka BP Batam Terkait Program Go Seven






Batam, BR - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri dan Batam, sangat mendukung Program Go Seven yang dicanangkan oleh BP Batam. Sabtu (7/4). 

Hal ini terungkap usai penandatangan bersama, antara Kepala BP Batam, Ketua Kadin Provinsi Kepri dan Kadin Batam serta instansi lainnya, dalam program Go Seven tersebut. 

" Adapun program Go Seven itu, meliputi Go Invesment, Go SMI, Go Green, Go Clean, Go Pray dan Go Kreatif, " Kata Kepala BP, Lukita Dinarsyah Tuwo, saat gelar konfrensi Pers diruang Media Centre BP Batam.

Ia menambahkan untuk melaksanakan program tersebut perlu dukungan semua pihak.

" Saat ini Kadin Provinsi/Batam, mendukung program Go Seven," ujarnya. 



Ia juga menerangkan, adapun program Go Invesment itu, adalah tugas kita untuk membangkitkan ekonomi maupun investasi di kota Batam, sementara Go SMI bertujuan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

" Menumbuhkan gairah ekonomi, dengan melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)," terangnya. 

Dilanjutkannya lagi, Go Green dalam hal ini, sudah dilakukan Pemerintah Kota Batam, dengan melakukan penghijauan di beberapa ruas jalan di kota Batam.

" Seteleh melakukan pelebaran jalan Pemko Batam juga menanam pohon disisi pinggir jalan," ungkapnya.

Sementara Go Clean, kita ingin Kota Batam ini bersih, bebas dari sampah dan itu bisa kita lakukan dikeseharian.

" Kita mau hal ini menjadi kesadaran bersama," ucapnya. 

Dan juga Go Pray, program ini  bertujuan meningkatkan jumlah tempat ibadah dikota Batam dan wilayah sekitarnya.

" Batam merupakan kota madani, berbagai etnis, dan agama, kita akan terus sediakan fasilitas ibadah," imbuhnya lagi. 

Sedangkan Go Kreatif, adalah salah satu upaya kami membangun potensi masyarakat Batam.

" Baik itu  usaha Industri kecil maupun dibidang Pariwisata," pungkas Lukita.



(Red/Aidil). 

BP Batam Kenal Program Go Seven Ke Masyarakat







Batam, BR - Event Batam Menari yang berlangsung sejak hari ini (7/4) membuat semua warga Batam sudah tumpah ruah, memadati bundaran BP Batam untuk menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan acara yang berlangsung hingga malam hari dan esok harinya.

Acara perdana Batam Menari ini, ditandai dengan digelarnya pengenalan Go Seven yang merupakan beberapa program jangka menengah maupun panjang bagi BP Batam, untuk diketahui oleh masyarakat. Sabtu (07/04).
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengenalkan 7 Program yang ada didalam Go Seven, yakni Go Invesment, Go SMI, Go Green, Go Clean, Go Pray dan Go Kreatif yang nantinya bisa membuat gairah perekonomian kota Batam semakin naik. 
” Program kedepan yang sedang kita siapkan adalah Go Seven, yang nantinya melibatkan berbagai macam elemen, sehingga kita percaya ini bisa meningkatkan kembali gairah perekonomian kota Batam, dan dari program tersebut diataranya adalah Go Invesment yang nantinya berfungsi untuk memicu gairah investasi di Kota Batam, lalu Go SMI yang nantinya kita ingin pertumbuhan ekonomi yang sedang berjalan bisa di nikmati oleh seluruh lapisan Masyarakat ,” kata Lukita.
lanjutnya,  Serta Go Green yang nantinya bisa di ikuti oleh seluruh elemen, baik instansi ataupun masyarakat untuk bersama - sama berpartisipasi menghijaukan kota Batam tentunya dengan bantuan kawan – kawan dari komunitas pula, lalu Go Clean dimana kita ingin Kota Batam ini bersih, supaya bisa lebih terbiasa lagi, kita bisa melakukannya dengan gerakan spontan seperti saat melakukan aktivitas sehari – hari, selain itu Go Pray dimana program ini kita menggiatkan sistem di bidang kerohanian, dan Go Kreatif program ini betul – betul sekali berpotensi untuk masyarakat, serta nantinya kita akan membangun pusat digital dan juga kami mengharapkan kepada kawan – kawan komunitas bisa bergabung di dalam menjalankan program BP Batam tersebut. 


Ahmad Makruf Maulana Ketua Kadin Kepri memberikan apresiasi kepada Bp Batam dengan Program Go Seven, karena menurutnya hal ini bisa berguna sekaligus menunjang gairah Investasi di Kota Batam, terutama melalui program Go Invesment
” suatu apresiasi yang pantas di dapatkan oleh BP Batam, karena semangatnya untuk menggenjot perekonomian di Batam, kami dari Kadin Kepri akan mendukung dari Bp Batam terutama Go Invesment, karena ketika program ini masuk dan berjalan sukses saya rasa target kita untuk ekonomi yang tumbuh ke angka tujuh persen akan benar – benar terjadi ,” kata Ma'ruf. 
Hal yang sama dikatakan oleh Ketua Kadin Batam, yang mendukung program BP Batam itu, dimana Kadin Batam juga  menyampaikan dukungannya terhadap program Go Seven
Jadi rajaguguk menyampaikan dukungannya, terhadap program yang dijalankan oleh BP Batam, terutama Go Invesment yang bisa menggenjot gairah investasi bagi kota batam terutama Event bergengsi seperti Batam Menari ini bisa menjadi awal dari kebangkitan Investasi.

” Kadin Batam sangat mendukung program dari BP Batam lewat Go Green dan terutama Go Invesment yang nantinya bisa membangkitkan semangat Investastasi di Kota Batam, Selain itu lewat event Batam Menari inilah nantinya Awal untuk mendorong gairah perekonomian di Kota Batam kembali naik ,” pungkas Jadi.


(Red/Aidil). 

 

Catwidget2

ads2