HEADLINE REPORT

Batamreport.com - Batam : Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri,tangkap S (42) dan AC (41) warga negara Malaysia pencari p calon TKI untuk dipekerjakan di negara nya.

Adalah Erni Rahayu (36) dan Jumiyah (47) dua warga calon TKI asal Medan,yang melaporkan perihal kedua tersangka yang mencari para calon TKI yang di iming-imingi bekerja di salah satu panti jompo yang ada di Malaysia.

Namun sesampainya disana,bukan nya bekerja di tempat yang sudah dijanjikan oleh kedua pelaku,namun kedua nya dipekerjakan di tempat lain.

Salah satu korban,Erni yang berhasil kabur dari pengawasan kedua pelaku,langsung melaporkan kejadian yang menimpa diri nya kepada petugas Ditpolair.

Hingga akhirnya,bersama dengan Ditpolair dan jajaran Dirreskrimum Polda Kepri berhasil mengungkap dan menyelamatkan kedua korban dari sekapan para pelaku.

Kasubdit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dirreskrimum Polda Kepri,AKBP Ponco Indriyo dalam gelar ekspos di Mapolda Kepri,mengatakan kedua pelaku warga Malaysia S dan AC diamankan di lokasi yang berbeda.Bahkan modus yang digunakan kedua pelaku dengan cara mengiming-imingi korban nya untuk mau bekerja di panti jompo di Malaysia.

"S kita tangkap di daerah Tiban,sedangkan AC disalah satu hotel di Batam" kata AKBP Ponco Indriyo kepada wartawan.Kamis (21/9).

Ditambahkan olehnya,kedua korban,asal Medan ini diberangkatkan,dari Pelabuhan Harbour Bay,Batu Ampar dengan menumpang kapal MV Oceana 12 menuju Stulang Laut,Malaysia.

Di Batam sendiri,ada yang mengkordinir keberangkan kedua nya ke Malaysia tersebut.Dan kedua korban ditawari gaji sebesar 10 ribu RM atau 10 Ringgit Malaysia.

"Untuk para pelaku yang mencarikan para calon TKI (korban) di upah sebesar 900 Ringgit malaysia' pungkas Ponco mengakhiri.

(Red/Ai).


Batamreport.com - Batam : Sehari sebelum mengamankan kapal pengangkut puluhan ton beras dan gula ilegal yang akan diselundupkan dari Singapura ke,tepatnya Sabtu (17/9) Tim WFQR IV/ Unit 1 Jatanrasla dan Unit Intel Lanal juga mengamankan sebuah speed boat tanpa nama,di perairan di Tanjung Pinggir,Sekupang di titik koordinat 01 08 809" LU - 103 5 427 BT.

Bahkan dalam mengamankan speed boat yang di nahkodai oleh tekong yang bernama Samsudin(55) warga Tanjung Sengkuang,Batu Ampar ini,petugas WFQR 4 sempat melepaskan tembakan,guna menghentikan laju speed boat yang dikemudikan nya.

"Saat itu tim WFQR,sedang melakukan patroli rutin dengan menggunakan kapal Sea Rider,yang melihat speef boat melaju kencang dengan kecepatan tinggi,tim mencoba menghentikan nya,dengan memberikan rambu-rambu peringatan,tetapi tetap saja melaju kencang,dan akhirnya terpaksa kita tembak " kata Danlatamal IV Tanjung Pinang,Laksma TNI,S.Irawan saat ekpos penangkapan kapal pembawa 90 ton beras dan gula ilegal,di Mako Lanal Batam,Senin (19/9).sekitar pukul 11.00 wib.

Diteruskannya,setelah dilalukan penembakan,akhirnya speed boat tanpa nama itu,menghentikan lajunya,dan dilakukan pemeriksaan oleh anggota WFQR,ditemukan 5 Abk didalam speed boat tersebut,yang tidak memiliki dokumen,dan surat kapal.Bahkan petugas pun tidak menemukan barang yang akan diselundupkan.

"Tidak ada barang bukti yang diamankan,hany ke 5 abk dan nahkoda nya saja,tapi biarpun begitu tetap kita amankan dan bawa ke Lanal Batam " ujarnya.

Dilanjutkan oleh Danlatamal IV Tanjung Pinang itu,dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan oleh pihaknya,dan dilanjutkan dengan berkordinasi dengan aparat negara tetangga Malaysia (APMM) dan di dapatkan identitas semua abk dan nahkoda tersebut,cocok dengan target operasional aparat Indonesia bersama Malaysia.

"Mereka target operasi kita (Indonesia) dengan aparat Malyasia,karena sering kali melakukan penyelundupan" tutur Laksma TNI,S.Irawan.

Kembali dijelaskan olehnya,adapun penyelundupan yang dimaksud adalah berupa perdagang manusia (human trafficking) dengan membawa calon TKI ilegal ke Malaysia,atau rokok yang diselundupkan secara ilegal ke antar pulau.

Intinya,nahkoda dan 5 abk nya serta speed boat tanpa nama itu,terlibat dalam kegiatan ilegal dilautan,dan telah menjadi target operasi aparat Indonesia dan Malaysia.

"Untuk nahkoda dan 5 abk nya dijerat pasal pelayaran "pungkas Danlantamal IV Tanjung Pinang,Laksma TNI,S.Irawan itu.

(Red/Ai).

Batamreport.com - Batam : Penangkapan Kapal KM.Mulia Abdi pembawa 90 ton beras merek cap " Anak Terbang"dan gula pasir ilegal oleh Tim WFQR 4 dan Unit Intel Lanal Batam,mempunyai cerita tersendiri.

Pasalnya,sebelum diamankan oleh petugas,nahkoda kapal Idris dan satu anak buahnya,positif menggunakan narkoba sebelum membawa barang selundupan ilegal tersebut dari Singapura ke Batam.

Danlantamal IV Tanjung Pinang,Laksma TNI S.Irawan mengatakan,nahkoda kapal KM.Mulia Abdi dan satu abk nya positif memakai narkoba jenis sabu-sabu.

"Saat kapal nyandar,kita periksa dan temukan beberapa alat hisap sabu (bong) yang dipakai kedua nya " kata Laksma TNI,S.Irawan di Mako Lanal Batam,Tanjung Sengkuang,Batu Ampar,Batam.Senin (19/9) sekitar pukul 11.00 wib.

Bahkan sang nahkoda kapal KM.Mulia Abdi,Idris pun mengakui bahwa ia bersama abk nya,memakai narkoba karena,agar berani bawa barang -barang selundupan ilegal tersebut.

"Saat di tes urine,positif pakai sabu-sabu kedua nya,bahkan sedang kita dalami apakah mereka juga membawa narkoba atau tidak di dalam kapal,karena kita belum bongkar muatan nya" ujar nya.

Dikatakan nya lagi,puluhan ton beras dan gula ilegal yang akan diselundupkan dari Singapura ke Batam ini,berjumlah miliaran rupiah,diangkut oleh KM.Mulia Abdi dan direncanakan akan menyandar di pelabuhan rakyat di Batu Merah,Batu Ampar,Batam.

"Mereka mau ke pelabuhan rakyat di Batu Merah,namun kandas di perairan Sungai Belian,karena air surut" tutur S.Irawan.

Kapal KM.Mulia Abdi diamankan oleh Tim WFQR 4 yang sedang patroli rutin dan kandas di sekitar perairan Sungai Belian.

Danlantamal IV Tanjung Pinang,S.Irawan juga menerangkan,untuk pelaku penyelundupan beras dan gula ilegal 90 ton ini,sang nahkoda dikenakan pasal 323 ayat (1) surat persetujuan 
berlayar dari Syahbandar serta pasal 285 terkait dengan manifest muatan,dan juga pasal 302 ayat 1 terkait kapal tidak layak berlayar. 

"Hukumannya 9 tahun penjara,karena dikenakan pasal berlapis,dan muatan nya kita kordinasikan kepada pihak Bea Cukai yang ada di Batam" ujar nya mengakhiri.

(Red/Ai).

Batamreport.com - Batam : Tim WFQR 4 / Unit 1/Jatanrasla dan Unit Intel Lanal Batam,gagalkan penyelundunpan beras dan gula sebanyak 90 ton,yang dibawa menggunakan kapal kayu KM Mulia Abdi berbendera Indonesia,dari Singapura menuju Batam.

Komandan Lantamal IV (Danlantamal) Tanjung Pinang,Laksma S.Irawan dalam konfrensi pers nya dengan awak media,di Mako Lanal Batam,Tanjung Sengkuang,Batu Ampar,Batam mengatakan penangkapan dilakukan di perairan Sungai Belian,Batam Center pada posisi 01 09'42" LU - 104 04' 16" BT,pada Minggu (18/9) sekitar 07.45 pagi.

"Penangkapan berawal dari kecurigaan anggota WFQR 4 yang sedang patroli dan mencurigai sebuah kapal yang kandas di perairan Botania,dan langsung melakukan pengamanan/henrikan terhadap kapal tersebut" kata Laksma S.Irawan.Senin (19/9) sekitar pukul 11.00 wib.

Dia katakan lagi,setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kapal KM Mulia Abdi ini,ternyata tidak dilengkapi dengan dokumen,bahkan kapal yang beranggotakan 4 orang abk,dinakhodai oleh Idris,langsung ditarik dan dibawa ke Mako Lanal Batam di Tanjung Sengkuang.

"Selain beras yang bermerek cap "Anak Terbang" terdapat puluhan ton gula pasir di dalam kapal tersebut" ujarnya.

Dilanjutkannya,total keseluruhan beras dan gula yang akan di selundupkan dari Singapura ke Batam ini,jumlahnya belum diketahui pasti,karena masih dalam pemeriksaan,namun dari pengakuan nahkoda kapal itu,muatannya mencapai 90 ton.

"Kita belum melakukan bongkar muat isi kapal,karena baru tadi pagi kita bawak ke Lanal Batam" terang orang nomor satu di Lantamal IV Tanjung Pinang itu.

Laksma S.Irawan juga menambahkan,dalam kasus penyelundupan puluhan ton beras dan gula ini,yang digagalkan oleh anak buahnya itu (Tim WFQR), pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan instansi terkait,dalam proses penyelidikan lanjutannya.

"Kapal dan barang bawaan nya tidak ada dokumen nya satu pun " pungkas Laksma S.Irawan.

(Red/Ai).

Batamreport.com - Batam : Setelah berhasil meringkus empat pelaku kawanan begal jalanan,yang sudah meresahkan warga Batam,kini anggota Buru Sergap (Buser) Polsek Batam terus memburu kawanan begal jalanan lainnya,yang terlibat dalam pembegalan dan telah memakan dua korban dilokasi yang berbeda,di wilayah hukum Polaek Batam Kota.

Dari informasi yang didapat Batamreport.com,bahwa kawanan begal jalanan ini,dimana empat anggotanya yang telah diamankan polisi sebelumnya Kamis (15/9),yakni
Amran Pasaribu (19),Baltazar Lando Domangking (20),Aditya Damara alias Adit (15),dan Muhammad Firdaus alias Marup,dalam menjalankan aksinya dipimpin Agam (ketua begal),yang saat ini menjadi buronan (DPO) polisi bersama enam orang lainnya,yakni Pace,Tegar,Joni,Iboy,Yogi,Ijal

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota,Ipda Nasara saat ditemui wartawan,mengatakan saat ini pihaknya masih terus mengejar dan memburu tujuh orang kawanan begal lainnya,dimana Agam sebagai ketua kawanan begal tersebut.

"Saat ini masih kita kejar dan buru kawanan begal yang sudah meresahkan warga Batam ini" kata Nasara.Jumat (16/9).

Ditambahkannya,diantara empat pelaku yang sudah diamankan,terdapat seorang residivis kambuhan dan anak di bawah umur,yang terlibat dalam pembegalan terhadap dua orang korban nya.

"Adit residivis,dan Marup anak dibawah umur"terangnya.

Ia juga menjelaskan,sebenarnya pelaporan korban begal ini,berjumlah delapan orang,namun yang melapor ke Polsek Batam Kota hanya dua orang.

"Dari delapan orang korban,hanya dua yang melapor ialah Guntur dan Fajrul" pungkas Nasara.

(Red/Ai).

Batamreport.com - Batam : Kepolisian Sektor (Polsek) Batam Kota berhasil amankan empat orang tersangka pelaku begal yang sering beraksi di wilayah Batam Kota dan sekitarnya.

Ke empat pelaku (tersangka) masing-masing Amran Pasaribu (19),Baltazar Lando Domangking (19),Aditya Damara alias Adit (20),Muhammad Firdaus,alias Marup (15).Dan salah satu pelaku terpaksa Amran Pasaribu dilumpuhkan dengan timah panas saat akan mencoba kabur dari sergapan petugas yang menangkapnya.

Penangkapan ke empat pelaku begal (curas) ini berawal dari adanya laporan 2 orang korban ,yang berbeda lokasi,namun pada hari yang sama,namun berbeda jam,yakni Minggu,(11/9) antara pukul 02.15 hingga pukul 02.30.

Adalah Guntur Sri Wibowo Putro (21) warga Rusun BPJS Kawasan Kabil Blok TB 7 Kamar 0324 Kec. Nongsa dan FAJRUL RASUL (18) warga Perum. Legenda Malaka Blok E/KAV I No. 01 Kec. Batam Kota.

Masing-masing dibegal oleh ke empat pelaku dan kawanannya di Jalan Raya depan Hotel 01 Batam Center Kec. Batam Kota dan di Pasar Mega Legenda Kec. Batam Kota,dengan cara mendatangi salah satu korban yang sedang mengendarai motor yang hendak pulang ke rumahnya,namun berhenti dijalan raya,karena ingin melihat whatsApp di hapenya,tetapi tiba
-tiba didatangi empat pelaku dan langsung mengelilingi korban,serta salah satu pelaku dengan memegang samurai menodongkan kepada pelaku dengan meminta korban menyerahkan barang-barang miliknya,lalu setelah diserahkan pelaku pun lalu memukul punggung korban dengan samurai,karena tidak menyerahkan tasnya,dan akhirnya ke empat pelaku itu pun kabur melarikan diri

Hal yang sama juga dialami oleh korban satunya lagi,saat ia bersama dengan temannya,sehabis nonton bola didatangi para pelaku,dengan mengendarai beberapa motor,dan mengancam korbannya dengan samurai dan tongkat bisbol,agar menyerahkan barang-barang miliknya,dan salah satu pelaku memukul korban dibagian kepala dengan samurai,dan para pelaku langsung kabur,setelah berhasil merampas barang berharga milik korban tersebut.

Kapolsek Batam Kota,Kompol Arwin,mengatakan setelah mendapatkan laporan dari kedua korban tersebut,petugas Opsnal Polsek Batam Kota bergerak cepat menindak lanjuti laporan itu,sehingga pada Kamis,(15/9) sekira pukul 02.00 WIB menerima informasi bahwa salah satu pelaku begal berada di daerah Bengkong.

"Kemudian anggota Opsnal Polsek Batam Kota pun melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka atas nama Amran Pasaribu" kata Kompol Arwin.

Dilanjutkannya,dari tersangka setelah itu dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap Aditya Damara alias Adit yang saat itu berada di warnet Oasis jodoh,lalu dikembangkan lagi,dari hasil keterangan pelaku diketahui bawah tersangka atas nama Baltazar Lando Domangking yang saat itu berada di sedang berada di Mediterania juga terlibat dalam melakukan aksinya, dan terakhir menangkap Muhammad Firdaus alias Marup di Bengkong.

"Saat dilakukan penangkapan Amran Pasaribu mencoba melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas dengan menembak salah satu kaki pelaku tersebut"ujarnya.

Setelah berhasil menangkap ke empat pelaku itu,serta barang buktinya dibawa ke Polsek Batam Kota guna proses penyidikan lebih lanjut.

Ditambahkannya,adapun barang bukti yang ikut diamankan :
1. 1 (satu) Unit sepeda motor Yamaha Vega warna Hitam dengan Nopol BP 2192 DO.
2. 1 (satu) Buah Samurai
3. 1 (satu) buah tongkat pemukul bisbol.
4. 1 (satu) Unit Handphone android Merk Xiaomi warna Gold.
5. 1 (satu) Unit Tablet merk Asus warna putih.
6. 1 (satu) unit Handphone merk Asus Zenfone warna Putih.
7. 1 (satu) Unit Handphone mwrk Samsung model Lipat.
8. 1 (satu) unit Handphone merk Nokia Warna putih.

Atas perbuatan ke empat pelaku,petugas pun mengenakan kepada para pelaku dengan pasal 365 KUHP dan pasal 170 KUHP.

(Red/Ai).

Batamreport.com - Batam : Dalam proses rekrutmen 825 anggota Satpol PP,Walikota Batam HM.Rudi SE bantah telah terima dana (uang) hasil rekrutmen tersebut.

"Lillahi ta'ala saya tidak terima sepeser rupiah pun dari rekrutmen anggota Satpol PP itu"kata Rudi.Rabu (14/9) sekitar pukul 11.00 wib.

Dijelaskannya,proses rekrutmen itu sendiri baru diketahuinya,saat adanya ribut-ribut kemarin,yang juga naik diberita beberapa media cetak maupun elektronik dan online.

Bahkan ia mengungkapkan,tidak pernah menjanjikan kepada siapa pun yang memilihnya,untuk bisa masuk menjadi anggota Satpol PP Kota Batam.

"Tidak pernah saya janjikan apalagi menjamin kepada yang memilih saya,untuk bisa jadi anggota Satpol PP" ungkap Rudi.

Hal ini kembali dikatakannya,saat Putra,salah satu perwakilan yang ikut menemuinya diruang rapat lantai V Pemko Batam,dimana bahwa dirinya ikut terlibat dan tahu dalam proses rekrutmen 825 anggota Satpol PP tersebut.

"Salah satu pelatih kami,nama nya Yadi membawa 900 dokumen penerimaan kami,untuk dibawa ke Wakil Walikota kala itu,yakni Pak Rudi untuk segera ditanda tangani oleh beliau,yang saat itu sedang berada di Golden Prawn" kata Putra.

Sedangkan diluar pertemuan antara perwakilan Satpol PP dan Walikota Batam itu,ratusan anggota Satpol PP yang masih melakukan aksi demo dan berorasi,menuntut agar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Batam,Hendri mundur dari jabatannya.

Alasan tuntutan mereka,karena Hendri dengan berbagai cara dan upayanya melakukan hal yang dianggap sebagai persyaratan dalam proses rekrutan kembali untuk menjadi anggota Satpol PP.

"Kami melakukan tes urine,belum lama ini,dan ini salah satu syaratnya"ujar salah satu pendemo.

Bahkan hasil tes urine tersebut,belum diketahui apakah negatif atau positif,karena tidak ada kejelasannya.

"Negatif atau positif pun kami tidak tahu"tuturnya lagi.

Ironisnya,jumlah rekrutmen anggota Satpol PP yang tadinya 825 yang sudah dirumahkan,kini berkurang karena sudah kerja ditempat lain.

"Kami tinggal 637 orang lagi,yang masih menunggu kejelasan status kami"pungkasnya mengakhiri.

(Red/Ai).

| Copyright © 2015 batamreport.com - digital media batam