HEADLINE

Tjipta Fudjiarta Berikan Hadiah Ibadah Kepada Tiga Karyawan Pada HUT The BCC Hotel and Residence





Batamreport.com - Rayakan Ulang Tahunnya yang ke 7, The BCC Hotel & Residence beri reward (hadiah) kepada 3 orang karyawannya yang berprestasi dan memiliki loyalitas yang tinggi, untuk berwisata religi. Kamis (8/11) di Diamond Grand Ballroom Lantai 22 BCC Hotel.
Kegiatan yang mengambil tema “ Beautiful of BCC ” ini dihadiri oleh Tjipta Fudjiarta selaku Komisaris BCC Hotel beserta istri, Board of Director (BOD) Jenny beserta keluarga dan tamu undangan lainnya.

Menariknya kegiatan ini juga dihadiri oleh keluarga dari para karyawan The BCC Hotel & Residence. Kegiatan ini melewati beberapa rangkaian acara seperti pemotongan kue serta tiup lilin, Lucky Draw, dan pemberian Grand Prize.
Berbagai atraksi dan hiburan manarik juga ditampilkan oleh para karyawan dari masing-masing departemen dengan menampilkan tari-tarian tradisional di Indonesia.

Director of Sales The BCC Hotel & Residence, Jessica Maria mengatakan, acara HUT ke-7 mengambil konsep tradisional dengan menampilkan keragaman budaya Indonesia.
" Dengan menampilkan budaya asal dari masing-masing dari para karyawan, biarpun kita berbeda tapi kita tetap kompak, " kata Jessica, Jumat (9/11).

Menurutnya, dalam acara HUT ke-7 ini, pihak managemen BCC Hotel memberikan apresiasi kepada karyawan yang telah memberikan dedikasi dan loyalitas kepada perusahaan.
“ Yang memiliki loyalitas dan prestasi memperoleh reward berupa wisata religi yang diberikan langsung oleh owner BCC Hotel,” ujarnya.

Ketiga karyawan yang mendapatkan reward tersebut diantaranya Kaspur (FB Product), Elvy (Accounting) dan Suwarno.
Selain itu, seluruh karyawan juga mendapatkan hadiah door prize, sedangkan keluarga para karyawan juga mendapatkan bingkisan.

" Harapan kedepan semoga seluruh karyawan dan managamen BCC Hotel semakin matang untuk menghadapi persaingan dengan memberikan service terbaik kepada tamu,” pungkasnya.
General Manager The BCC Hotel & Residence, Indriadi wisata yang akrab disapa Indro ini,  menambahkan bahwa pemberian reward wisata religi kepada karyawan merupakan ungkapan terimakasih kepada karyawan dari Bapak Tjipa Fudjiarta selaku pemilik BCC Hotel.

" Wisata religi ini untuk mengingatkan kepada karyawan dari pak Tjipta, beliau selalu menekankan bahwa sesibuk apapun kerja harus tetap ingat beribadah,” kata Indro. 
Pria yang murah senyum ini, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh karyawan dan managemen yang telah mendukung kemajuan BCC Hotel.
" Ucapan terima kasih terutama kepada karyawan dan Board of Director yang telah mensupport kemajuan BCC,” pungkasnya

(Red/Aidl). 

Kodim 0316/Batam Gelar Kegiatan Batam Bersih, Bebas Sampah, Dalam Rangka Sambut Hari Pahlawan






Batamreport. com - Dalam rangka peringati Hari Pahlawan 10 November 2018 yang jatuh pada Sabtu Besok, Komando Distrik Militer (Kodim) 0316/Batam dibawah Pimpinan Letkol. inf. Romel Jangga Wardhana bersama Pemko Batam, gelar Kegiatan Kepri Bersih, Batam Bebas Sampah. 

Acara Kepri Bersih, Batam Bebas Sampah ini, diawali dengan apel pengecekan kesiapan peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut, di lapangan PT. Wira Nata Tamtama, Kampung Agas Kelurahan Tanjung Uma Kec. Lubuk Baja, Kota Batam yang di ikuti oleh +_ 700 Orang.


Selain Dandim 0316/Batam yang memimpin langsung acara Kepri Bersih, Batam Bebas Sampah tersebut, hadir juga Walikota Batam, HM. Rudi,SE, Jefridin (Sekdako Batam), Yumasnur (Kepala PU Batam), Herman Rozie (Kepala DLH), Azman ( Kepala Damkar dan Penanggulangan Bencana Pemko Batam ), dan Kompol Yunita Stevani, S.IK, M.Si (Kapolsek Lubuk Baja)

Adapun keterlibatan TNI dan Polri, serta instansi terkait lainnya, dan juga Ormas yang ikut dalam kegiatan ini, antara lain dari Yonif RK 136/TS, Yonif Mar 10/SBY, Polresta, Denpom 1/6 Batam. Brimobda Kepri, Rumkitban Bata, Basarnas Kota Batam, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Sat Pol PP Kota Batam, Ditpam Kota Batam, Kecamatan Lubuk Baja, FKPP, IKBSS, Gagak Hitam, PP, Perpat, IKABSU,IKSB, PGR, SMA N 1, dan Perwakilan Pramuka Kota Batam.


Dalam kata sambutannya, Dandim 0316/Batam, Letkol.Inf. Romel Jangga Wardhana mengatakan, bahwa pada hari ini (Jumat) siap untuk melaksanakan Batam Bebas Sampah.

" Kami bersama Bapak Walikota sengaja menginisiasi kegiatan ini, dalam rangka " Hari  ", kita melaksanakan Batam Bebas Sampah, " kata Romel.



Lanjut Romel, kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di namun saja, namun diseluruh Kepri kita Laksanaka, sehingga judul utamanya, adalah Kepri Bersi.

" Dan kita sendiri di Batam ini, terfokus melaksanakan pembersihan di Tanjung Uma, dengan tujuan bahwa kita mengingat kembali jasa - jasa para Pahlawan, bahwa mereka berjuang sampai titik darah penghabisan dan kitalah generasi penerus untuk melanjutkannya, " ujarnya.


Maka dari itu, salah satu upaya kita adalah dengan memberantas ataupun membersihkan sampah, sambung Dandim yang ramah dan penuh senyum itu.

" Saat ini sampah sudah menjadi musuh bagi kita bersama, bukan hanya teroris saja. tapi sampah pun apabila tidak kita atasi dapat merugikan dan bahkan membunuh kita, " pungkas Romel.


Sedangkan kegiatan Batam Bersih ini, dibagi dalam beberapa sektor, yang langsung dibagikan oleh Kapten Inf H.P Siregar dan langsung menuju sasaran sektor yang sudah dibagi menjadi 5 sektor.

Adapun ke 5 sektor itu, masing - masing ada koordinator nya, yakni sasaran 1 koordinatornya, Kapten Inf B Zebua, Sasaran 2 Koordinator, Kapten Inf R Nainggolan, sasaran 3 Koordinator, Kapten Inf Hendrik M, sasaran 4 koordonator, Kapten Inf R Sitinjak, dan sasaran ke 5 koordinator, Kapten Inf . W. Sinaga.


Meskipun kegiatan Kepri Bersih, Batam Bebas Sampah ini, diguyur hujan deras, sejak pukul 08.00 WIB, tidak mengurungkan langkah seluruh peserta untuk segera melakukan kegiatan bersih - bersih sampah tersebut.

Terbukti pada hingga pukul 09.30 wib suara sirine berbunyi menandakan kegiatan Batam Bersih selesai, masih ada saja peserta yang masih membantu masyarakat sekitar lokasi yang membersihkan sampah dilingkungannya itu. Dan pukul 10.00 wib kegiatan Batam Bersih selesai dengan aman dan lancar.





(Red/Aidil). 

Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, PH Minta Tjipta Fudjiarta di Bebaskan






Batamreport.com - Sidang perkara dugaan  tindak pidana, penipuan, atau penggelapan dan pemalsuan surat di PT. Bangun Megah Semesta (BMS) dengan terdakwa Tjipta Fudjiarta kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam, dengan agenda mendengarkan pembacaan nota pembelaan (pledoi) dari Penasehat Hukum terdakwa. Rabu (7/11) sekira pukul 10.00 WIB. 

Sebelumnya, pada Rabu (31/10) lalu, agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) ini, sempat ditunda dikarenakan PH terdakwa Tjipta Fudjiarta, Hendi Devitra SH dan Sabri Hamri SH belum siap dalam menyusun nota pembelaan nya.

Dalam sidang yang beragendakan pembacaan Pledoi oleh PH terdakwa itu, sidang langsung dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Taufik Abdul Halim SH dengan didampingi Hakim Anggota Yona Lamerosa Ketaren SH dan Jasael SH, serta dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yan Elhas Zebua SH pada Kejari Batam.

Dalam nota pembelaannya, Penasehat Hukum terdakwa, meminta Majelis Hakim dalam putusannya, menyatakan terdakwa Tjipta Fudjiarta tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersala, seperti dalam dakwaan kumulatif pertama kesatu Pasal 378 KUHP, atau kedua Pasal 372 KUHP dan dakwaan kedua Pasal 266 ayat (1) KUHP.

" Membebaskan terdakwa Tjipta Fudjiarta,  dari seluruh dakwaan Penuntut Umum, baik dakwaan pertama kesatu Pasal 378 KUHP, atau kedua Pasal 372 KUHP, dan dakwaan Kedua Pasal 266 ayat (1) KUHP," kata PH terdakwa membacakan pledoi tersebut.


PH juga meminta kepada Majelis Haki, memulihkan hak-hak terdakwa Tjipta Fudjiarta, dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya dalam keadaan seperti semula.

Dalam nota pembelaan yang dibacakan secara bergantian tersebut, PH mengatakan sangat keberatan dan tidak sependapat, dengan analisa yuridis yang disampaikan Penuntut Umu, terkait fakta-fakta yang terungkap di persidangan, karena JPU menerima saja apapun fakta keterangan saks, yang dianggap sebagai fakta yang terungkap di persidangan.

" Kami sangat keberatan dan tidak sependapat dengan analisa yuridis JPU,  sepanjang mengenai fakta dari keterangan saksi yang dianggap sebagai fakta hukum,  persidangan yang untuk itu akan kami lakukan analisis terhadap fakta keterangan saksi-saksi tersebut, dalam uraian analisa fakta maupun dalam uraian penerapan unsur pasal yang didakwakan dalam uraian analisis yuridis," ujar PH.

Menurut PH, keterangan saksi Conti Chandra dan Hernita Conti yang menerangkan adanya peristiwa atau keadaan pinjaman uang dari terdakwa, tidak didukung oleh alat-alat bukti lain, hanya keterangan sepihak dari saksi-saksi tersebut sebagai alat bukti keterangan saksi.

" Keterangan tersebut ternyata tidak bersesuaian dengan alat-alat bukti lain yang mendukung bantahan dari terdakwa yang menunjukkan bahwa uang Rp. 29.547.100.000 adalah uang pembayaran saham dari terdakwa kepada para pemegang saham lama melalui saksi Conti Chandra, dan tidak dimaksudkan sebagai pinjaman uang dari terdakwa kepada saksi Conti Chandra," terang PH.


PH mengatakan, keterangan saksi Conti Chandra yang seolah-solah sudah menggambarkan bahwa saksi Conti Chandra sudah membeli dan sebagai pemilik saham-saham para pemegang saham milik saksi Wie Meng, Hasan, Sutriswi dan Andreas Sie adalah sebagai keterangan saksi yang berdiri sendiri yang diperoleh dari hasil pemikiran saja dan tidak didasarkan pada alas pengetahuan yang sah serta tidak didukung  oleh keterangan saksi lainnya.

" Keterangan seorang saksi Conti Chandra yang berdiri sendiri tidak dapat diterima sebagai fakta hukum," ujar PH.

PH mengatakan, keterangan saksi Conti Chandra, Hernita Coanti dan Mariani Coanti yang mengatakan adanya pertemuan dengan terdakwa di ruang meeting lantai P4 Hotel BCC pada bulan November 2011 tidak didukung oleh alat-alat bukti lain, hanya keterangan sepihak dari saksi-saksi.

" Bahwa yang justru mendukung adalah bantahan dari terdakwa yang menunjukkan bahwa setelah terdakwa melunasi harga saham yang ditransfer kepada saksi Conti Chandra tanggal 4 Oktober 2011, kemudian saksi Conti Chandra meminta persetujuan Bank Panin tanggal 14 Oktober 2011 yang disetujui tanggal 11 November 2011, kemudian  saksi Conti Chandra mengundang RUPS yang dilaksanakan pada tanggal 17 November 2011 dengan agenda perubahan pemegang saham dan pengurus PT. BMS," jelas PH.

" Dengan demikian, tidak ada ruang waktu adanya pertemuan tersebut dan tidak masuk akal adanya janji lagi dari terdakwa untuk membayar Rp. 120 miliar kepada saksi Conti Chandra dan faktanya asset bangunan gedung hotel BCC masih milik dari PT. Bangun Megah Semesta dimana saksi Conti Chandra ikut sebagai pemegang sahamnya," lanjut PH.

Lebih lanjut PH mengatakan, keterangan saksi Conti Chandra, Hernita Coanti dan Arron Constantin yang mengatakan adanya pertemuan dengan terdakwa di lantai M Hotel BCC bulan Desember 2012 hanya bersumber dari alat bukti keterangan saksi saja, dan tidak didukung oleh alat bukti lain.

" Tidak masuk akal saksi Conti Chandra yang mengaku sudah menjual 218 sahamnya dan menerima uang pembayaran Rp. 9 miliar dari terdakwa tanggal 07 September 2012, masih mengadakan pertemuan lagi pada Desember 2012 tentang pembayaran saham dan aset Rp. 120 milyar, dan tanggal 27 Maret 2013 saksi Conti Chandra masih menawarkan lagi saham miliknya kepada terdakwa," imbuh PH.

Menurut PH, keterangan saksi Conti Chandra yang mengatakan, pada waktu ditandatanganinya akta jual beli saham nomor 3, 4, dan 5, terdakwa tidak hadir dan tidak ada pembayaran dari terdakwa, karenanya keterangan di dalam akta yang mengatakan sudah dibayar lunas tetapi menurut saksi Conti Chandra belum dibayar lunas, bertentangan dengan keterangan saksi Wie Meng, Hasan dan Sutriswi selaku pemilik/penjual yang mengakui sudah menerima lunas yang diterima sebelum ditandatangani aktanya, sementara saksi Conti Chandra bukan sebagai pihak dalam jual beli saham tersebut.

Transaksi jual beli saham antara terdakwa sebagai pembeli dari penjual saksi Wie Meng, Hasan, Sutriswi maupun dari saksi Conti Chandra tidak ditemukan adanya perbuatan dengan memakai nama palsu, atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang atau menghapus piutang, yang dilakukan oleh terdakwa.

" Terdakwa harus dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KHUP dan terdakwa haruslah dibebaskan dari dakwaan tersebut," ujar PH.

Selanjutnya PH mengatakan, faktanya dalam transaksi jual beli saham tersebut, saksi Wie Meng, Hasan dan Sutriswi mengakui sudah menerima lunas harga pembayaran sahammnya, dari saksi Conti Chandra yang faktanya menerima uang pembayaran dari terdakwa, yang kemudian menyuruh saksi Wie Meng, Hasan dan Sutriswi datang ke Notaris dan menandatangani akta-akta jual beli sahamnya kepada Terdakwa.

" Sampai sekarang saksi Wiw Meng, Hasan, Sutriswi dan Andreas Sie tidak pernah ada keberatan atau mempermasalahkan penjualan saham-saham miliknya kepada terdakwa, serta akta-akta jual beli saham yang diakui dan ditandatanganinya masih sah berlaku dan belum pernah ada putusan pembatalannya, demikian pula saksi Conti Chandra yang menawarkan penjualan saham miliknya sendiri juga sudah menerima harga pembayaran sahamnya, walaupun saksi Conti Chandra mengatakan uang pembayaran sahamnya kurang, tetapi diakui ada menerima uang pembayaran dari terdakwa," jelas PH.

Menurut PH, JPU tidak dapat membuktikan unsur dengan sengaja dan dengan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain oleh karenanya unsur tidak terpenuhi, maka unsur yang selanjutnya tidak perlu dibahas lebih lanjut.

" Terdakwa harus dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372 KUHP dan terdakwa haruslah dibebaskan dari dakwaan tersebut, " ujarnya.

PH juga mengatakan, tidak ada satu pun alat bukti yang membuktikan adanya perbuatan terdakwa yang menyuruh saksi Notaris Anly Cenggana dan Notaris Syaifudin untuk memasukkan ataupun mencantumkan keterangan palsu ke dalam akta-akta otentik tersebut, dan tidak ada keadaan yang tidak benar.

" Penuntut Umum tidak dapat membuktikan adanya perbuatan terdakwa yang memenuhi unsur menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai suatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu, oleh karenanya unsur pasal 266 ayat (1) KUHP tidak terpenuhi," jelas PH.

" Karena salah satu unsur dalam dakwaan kedua kumulatif pasal 266 ayat (1) KUHP yang didakwakan JPU tidak terpenuhi, maka unsur yang selanjutnya tidak perlu dibahas lebih lanjut. Terdakwa harus dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan kedua kumulatif Pasal 266 ayat (1) KUHP dan terdakwa haruslah dibebaskan dari dakwaan tersebut," ucap PH.

Setelah mendengarkan nota pembelaan (pledoi) dari Penasehat Hukum terdakwa, persidangan perkara ini ditunda hingga seminggu kedepan, untuk mendengarkan replik (tanggapan atas nota pembelaan terdakwa) dari Jaksa Penuntut Umum.



(Red/Aidil). 


Sambut Giat GORO Bersama Masyarakat Tanjung Uma, Koramil 01/BT Lakukan Persiapan Bersih - Bersih di Lokasi Acara






Batamreport.com - Jajaran Komando Resort Militer (Koramil) 01/BT dibawah pimpinan Kapten Inf Hendri Mulyadi, melakukan persiapan lokasi Gotong Royong Bersama Masyarakat Tanjung Uma, dalam rangka Kegiatan " Batam Bersih " yang akan digelar oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0316/Batam pada Jumat 9 November 2018 mendatang, yang nantinya diperkirakan akan diikuti kurang lebih 1000 - 1500 orang/warga. 

Dalam persiapan pelaksanaan Gotong Royong Bersama Masyarakat ini, Danramil 01/BT dan personilnya yang berjumlah 16 orang, langsung turun ke lokasi lapangan Apel, bersama Lurah Tanjung Uma, Syahril, Ketua LPM Zulkifli Ismail dan seluruh perangkat RT dan RW dan warga yang ada di Kampung Agas, Tanjung Uma, untuk membersihkan lapangan sebagai pendahuluan, dimana lapangan Apel tersebut, nantinya akan dijadikan tempat apel kegiatan Gotong Royong Bersama Masyarakat, dan juga dalam rangka Memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2018 ini.

Danramil 01/BT Kapten Inf. Hendri Mulyadi mengatakan, kegiatan persiapan  lapangan apel goro bersama masyarakat Tanjung Uma ini, yang dititik pusatkan di Kampung Agas ini, dilakukannya sebagai pendahuluan, agar nantinya lapangan apel tersebut sudah terlihat lebih rapi dan bagus, hingga hari puncak pelaksanaan kegiatan GORO Bersama Masyarakat yang akan digelar oleh Kodim 0316/Batam, pada Jumat 09 November 2018 mendatang sekira pukul 07. WIB pagi.


" Kegiatan Batam Bersih ini, dilaksanakan oleh semua elemen masyarakat dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, dengan tema Indonesia Bersih. " kata Kapten Inf. Hemdri Mulyadi kepada Batamreport.com. Selasa (6/11) siang.

Ditambahkannya, harapan kami sebagai Aparat Kewilayahan, agar seluruh elemen masyarakat yang ada di Batam ini, tidak saja warga Kampung Agas dan Tanjung Uma, agar peduli dengan kebersihan yang ada disekitar lingkungannya.

" Bagi seluruh masyarakat, khususnya warga Batam, agar lebih peduli lagi dengan  kebersihan yang ada disekitar lingkungannya, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, indah dan sehat, " himbau Hendri.

Untuk itu, lanjut Hendri, kita wajib dan sadar untuk bisa mendisiplinkan diri, peduli dengan kebersihan. Serta jangan membuang sampah sembarangan, dan buanglah pada tempat sampah.

" Bersih itu sebagian dari Iman.... bak kata pepatah, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat " pungkas Kapten Hendri.

Kepri Bersih... 

Batam bebas sampah........

TNI - POLRI - RAKYAT 
BERSATU TAK TERKALAHKAN.... 



(Red/Aidil). 

Malam ini DJ Seilla Queen Goyangkan Noname Cafe







Batam, BR - Malam ini, Noname Cafe Place to Party bersama ESSE Mild dan BALIHAI, ajak Clubbers Batam untuk hang out dan joget bareng, serta berparti ria sepuas - puasnya, dengan iringan musik khas milik " DJ Seilla Queen ", dj cantik dan kondang asal Surabaya. Sabtu (03/11) sekira pukul 24.00 WIB. 

Tak putus sampe disitu, di minggu kedua bulan November ini juga, tepatnya Sabtu (10/11) ditempat yang sama, di Noname Cafe Place to Party ini, juga digelar event dj yang sama, dengan mendatangkan dj cantik dan juga sama - sama kondangnya dengan DJ Seilla Queen, DJ Kriestien Maharani asal Jakarta, yang akan tampil untuk menghibur para Clubbers batam, terutama Nonamehollic sebutan untuk pengunjung setia Noname Cafe.

" Event minggu ini, Noname Cafe kerjasama dengan ESSE MiLD dan BALIHAI, dan kerjasama ini baru dilaksanakan pada Sabtu (03/11) dan berlanjut pada Sabtu (10/11) minggu depannya. DJ yang diundang untuk tampil disini adalah dj kondang dari Surabaya dan jakarta, yaitu DJ Seilla Queen dan Kriestien Maharani, "  Evan selaku Manager Operasional Noname Cafe.

Lanjut nya, Noname dan ESSE akan selalu senantiasa, mempersembahkan suguhan yang menarik bagi clubbers di Batam.


" Jangan lupa sabtu ini datang ke Noname Cafe kita joget bareng, party bareng disini, " ajak  Evan dengan penuh semangat.

Sementara itu, Dedi selaku BDE PT. Korea Tomorrow & Global Indonesia, produsen resmi rokok ESSE dari Korea, yang pabriknya sudah ada di Indonesia, tepatnya d Pasuruan, mengatakan bahwa productnya di Batam ini sudah berjalan 1 Tahun. Ada berbagai varian rokok yang dimiliki oleh ESSE, seperti ESSE Change, Grape, Berry Pop , Shuffle Pop , Honey Pop , dan lainnya.

" Segment pasar kami, untuk kalangan anak - anak muda, kawula muda milenial yang a di Batam ini, karena ESSE adalah rokok Focus dengan Rasa Buah "  kata Dedi.

Lanjut Dedi, mengapa ESSE bekerjasama dengan Noname Cafe dalam gelaran event dj ini, dikarenakan tempatnya berkumpul anak - anak muda dan para Clubbers Batam, untuk hang out dan party.


" Batam kan habbitnya tempat hang out dan parti di dunia hiburan malam, " ujar Dedi.

" Noname Cafe dipilih, karena tempatnya sesuai dan memang place to party, letaknya juga di kelilingi oleh pub dan bar yang di Kampung Bule, Nagoya, Batam, " ungkapnya.

Dalam hal ini Dedi juga mengajak para clubbers , khususnya anak - anak muda  kaum muda milenial Batam, untuk bersama dengan kami, berparty dan hang out malam ini di Noname Cafe Place to Party.

" Ayoo.. Hang Out dan Party bareng bersama kami malam ini ya....., " ajak Dedi.


Sedangkan dj cantik dan kondang, DJ Seilla Queen tampil menghibur pengunjung Noname Cafe dengan alunan musik bergenre Edm dan Twerk, dimana diyakini mampu membuat semuanya akan turun ke lantai, berjoget dan berjingkrak - jingkrak ria di lantai, dan tak mau duduk lagi.

" Haiii.... sahabat Batam Clubbers,  sempatkan datang dan ajak rekan serta sahabat kamu ya... yang sebanyak - banyaknya, untuk menikmati keseruan malam ini bersamaku, malam mingguan kita di Noname Cafe ini, pokonya kita bakal seru - seruan dan party bareng abiiizzzz..... disini..., " pungkas DJ Seiila Queen.

Selain DJ Seilla Queen ini, para Clubber Batam dan pengunjung setianya Noname Cafe (Nonamehollic), juga akan dihibur dengan penampilan Extra Indonesia Band, DJ Maya Chan, DJ Ello L3Remix, serta MC Joe Panther.

Dan untuk pemesanan meja dan table, serta sofa bisa menghubungi kontaknya di :

INFO & RSV
@nonamecafebatam
Jl. RAJA ALI H (Harmoni Hotel)
SUNGAI JODOH, BATU AMPAR, KOTA BATAM
.
☎BIM-BIM 08127741908
☎EVAN 081277863819



(Red/Aidil). 

Tuntutan Mati Buat 4 Warga China Pembawa Sabu 1,6 Ton







Batamreport.com - Empat penyelundup narkotika jenis sabu, 1,6 Ton asal China , dituntut hukuman mati, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) gabungan dari Kejagung dan Kejari Batam, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam. Selasa (30/10) sore. 
Ke empat terdakwa asal China itu, masing-masing Hen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng dan Yao Yin Fa, hadir didampingi oleh Penasaran Hukumnya. Sidang perkara narkoba ini dipimpin oleh ketua majelis hakim, M Candra dengan dua anggotanya Redite dan Yona Lamerrosa Ketaren.
Sedangkan JPU  terdiri dari Daru Trisadono, Hermanto, Dedie Tri Hariyadi (Kajari Batam) , Lutfi Akbar, Asnath Anytha Idatua Hutagalung, Raden Rara Putri Ayu, Tumpal Seben Ezer, dan Filpan FD Laia (Kasipidum Kejari Batam) secara bergantian membacakan tuntutan empat terdakwa tersebut.

" Para terdakwa telah terbukti melanggar pasal  114 ayat (2) jo pasal 132 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika, kemudian pasal 113 ayat (2) jo pasal 132 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika, dan pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat 1 UU no 35 tahun 2009," kata Filpan dalam membaca tuntutan. 
Ditambahkannya, tuntutan mati ini (maksimal) untuk para terrdakwa Hen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng dan Yao Yin Fa. Dan selama persidangan kete e  selalu berbelit-belit dalam memberikan keterangan. 
JPU juga menyebutkan, perbuatan keempat terdakwa itu, mengakibatkan nama negara Indonesia menjadi buruk citranya di dunia internasional.
" Indonesia seakan - akan dijadikan lahan empuk untuk peredaran narkotika. Selama persidangan, keempat terdakwa juga tak mengakui perbuatannya, menyelundupkan atau membawa 1 ton lebih sabu-sabu masuk ke Indonesia, serta memberikan keterangan yang  berbelit-belit, hingga menyusahkan majelis hakim," ungkap Filpan.
Lanjut Filpan, untuk yang meringankan terdakwa, tidak ada. Terdakwa sendiri terbukti membawa atau menyelundupkan masuk narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 1,6 Ton ke wilayah Indonesia dengan melawan hukum.
Jadwal sidang berikutnya akan mendengar nota pembelaan dari keempat terdakwa. Chandra menegaskan kepada seluruh terdakwa untuk segera menulis pembelannya. Agar kuasa hukumnya bisa menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Kuasa hukum meminta kepada hakim untuk diberikan waktu selama dua minggu. Sidang akan kembali dilanjutkan pada Selasa (13/11/) mendatang.


(Red/Aidil). 

Jaksa Tuntut Mati 4 Warga Taiwan Pembawa Sabu 1,037 Ton





Batamreport.com - Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, Huang Ching An dan Hsieh Lai FU, empat warga negara asing (WNA) asal Taiwan, terdakwa penyelundupan sabu seberat 1,037 ton dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (30/10). siang. 
Keempatnya dengan menggunakan Kapal KM. Sunrise Glory berbendera Singapura, ditangkap oleh Jajaran Lanal Batam, yakni Kapal Patroli KRI Sigurot-864 di perairan Selat Philips -Kepulauan Riau pada (7/2) beberapa bulan yang lalu. 
Tuntutan tersebut, dibacakan oleh Jaksa dari Kejagung, Albina Dita Prawira, Nur Surya serta dua Jaksa dari Kejari Batam yakni Dedie Tri Hariyadi dan Filpan FD Laia.
Dalam tuntutannya, JPU Filpan menuntut hukuman maksimal, yakni hukuman mati kepada keempat terdakwa, karena terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

" Berdasarkan seluruh keterangan saksi yang dihadirkan, berikut keterangan saksi ahli, semua menyatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah. Dalam persidangan terungkap adanya alasan pemaaf atau pembenar. Begitu juga dengan analisa fakta persidangan, serta dukungan barang bukti dan saksi serta saksi ahli, ” kata JPU.
JPU menahbahkan, perbuatan keempat terdakwa mengakibatkan nama negara Indonesia menjadi buruk citranya di dunia internasional. Seolah-olah Indonesia jadi lahan empuk peredaran narkotika. Selama persidangan, keempat terdakwa juga tak mengakui perbuatannya menyelundupkan atau membawa 1 ton lebih sabu-sabu masuk ke Indonesia.
“ Untuk hal yang meringankan terdakwa, tidak ada.Terdakwa sendiri terbukti membawa atau menyelundupkan masuk narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 1 ton, 37 gram ke wilayah Indonesia dengan melawan hukum, yakni membawa narkotika melebihi 5 gram, " ungkap JPU.
Setelah mendengarkan tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim, M Chandra didampingi Hakim Anggota Yona Lamerossa Ketaren dan Redite Ika Septina menunda persidangan, hingga seminggu kedepan untuk mendengarkan pledoi atau nota pembelaan dari penasehat hukum.

(Red/Aidil). 

 

Catwidget2

ads2