HEADLINE

Praktisi Hukum Khairul Akbar SH : Sangat Ironis Hakim Menyampaikan Keterangan Saksi Ahli Tidak Mengikat Dalam Suatu Pembuktian







Batam, BR - Pernyataan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) tentang " Keterangan saksi ahli tidak mengikat dan ada saksi ahli dan ahli bersaksi dalam persidangan dianggap tidak profesional " mendapat tanggapan serius dari kalangan Akademisi dan Praktisi Hukum di Batam. Sabtu (18/8) sekitar pukul 19.30 Malam.

Dan pernyataan diatas tersebut, disampaikan langsung oleh Tumpal Sagala SH, selaku Ketua Majelis Hakim PN Batam, yang didampingi Taufik SH dan Yona Lamerosa Ketaren SH, saat menggelar sidang perkara sengketa kepemilikan BCC Hotel dan Apartemen dengan terdakwa Tjipta Fudjiarta, yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Batam. Senin (13/8) lalu.

Zulkifli SE. M.ak seorang Akademisi, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Komputer Akuntansi di STIKOM Muhammadiyah Batam, yang sedang dalam tahap penyelesaian gelar Doktornya di salah satu Universitas terkemuka di Jakarta, dan sekaligus sebagai salah satu pemuka masyarakat Batam, saat ditemui ditempat terpisah, sangat menyayangkan pernyataan seorang Hakim yang ada di PN Batam itu, dimana menurutnya Hakim  tidak boleh berkata seperti itu, karena perkataan Hakim itu adalah suatu pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku sebagai seorang Hakim.

'' Hakim itu harus Profesional. Kalau seperti itu, sama halnya dia (hakim) memihak ke salah satu pihak, dan hal itu sangat tidak baik dalam penegakan hukum, " kata Zulkifli.

Masih kata Zulkifli, bahwa Hakim adalah orang yang akan mengambil keputusan akhir di meja persidangan. Untuk itu Hakim harus netral dan mengambil keputusan secara Arif.

'' Di dalam sidang itu, yang saya dengar melalui rekaman dan pemberitaan di media, bahwa Hakim itu tak hanya menyebutkan keterangan saksi ahli tidak mengikat. Tapi dia juga mengatakan, ada saksi ahli dan ahli bersaksi. Nah, tidak boleh dia bicara seperti itu saat sidang sedang berlangsung,'' ucapnya.

Tanggapan yang sama juga disampaikan oleh salah satu Praktisi Hukum Khoirul Akbar SH, dimana dirinya juga sangat  menyayangkan pernyataan Ketua Majelis Hakim PN Batam, pada sidang perkara terdakwa Tjipta Fudjiarta tersebut, dimana Khoirul Akbar SH ini, selain sebagai praktisi hukum, juga merupakan Ketua dari Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Kepri.

Menurutnya, sangat disayangkan hal itu terjadi pada saat persidangan yang dibuka secara umum. Dia (Saksi Ahli) bukanlah orang sembarang dan beliau (saksi ahli)  itu juga tidak serta merta menyampaikan kalau tidak berdasarkan hukum. dan sebaliknya Hakim seharusnya bertindak netral.

" Maka didalam benak saya muncul suatu pertanyaan, apa yang dimaksud atau siapa yang dimaksudkan oleh Ketua Majelis Hakim itu dalam perkataannya tentang ahli bersaksi. Karena didalam KUHAP tentang alat bukti didalamnya, hanya dikenal saksi ahli bukan ahli bersaksi, jadi sangat ironis di dalam sidang itu, seorang Majelis Hakim menyampaikan keterangan saksi ahli tidak mengikat dalam suatu pembuktian, " ujar Khoirul Akbar.

Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Negeri Batam, kembali menggelar sidang lanjutan atas perkara sengketa kepemilikan BCC Hotel dan Apartemen dengan agenda memdengarkan keterangan saksi ahli Chairul Huda yang dihadirkan oleh JPU. Saksi ini adalah saksi ahli pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Sidang yang dipimpin ketua Majelis hakim, Tumpal Sagala didampingi dua hakim anggota Taufik dan Yona Lamerosa Ketaren itu, kedua anggota hakim ini sama sekali tidak mengajukan pertanyaan kepada saksi ahli tersebut. Sedangkan di di sidang, Terdakwa Tjipta Fudjiarta sendiri hadir didampingi dua orang penasehat hukumnya.

Dalam kesaksiannya, saksi ahli Chairul Huda menyebutkan, bahwa jual beli saham (akte 3, 4 dan 5) bukan antara terdakwa dan pelapor. Jadi tidak ada legal standing pelapor untuk melaporkannya.

Sedangkan untuk hal pinjam meminjam uang bukan merupakan tindak pidana. Namun, masuk kedalam ranah perdata. Sedangkan kasus perdatanya telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) lanjut saksi.

Dikatakan saksi ahli tersebut, pelapor bukan sebagai pemilik saham, jadi seandainya ada Saham yang dijual belum dibayar, yang berhak mengajukan gugatan juga pemilik saham melalui pengadilan negeri setempat. Sehingga tidak masuk akal adanya penipuan, karena sudah disepakati dan dituangkan dalam akta atas tanda tangan kedua belah pihak, yang dapat dilihat dari bukti akta otentik yang berisi terjadinya jual beli saham dan telah dibayar lunas. Terkecuali apabila dalam minut akta dapat dibuktikan tanda tangan dipalsukan ataupun identitas dipalsukan dan keterangan palsu.

Dilanjutkan saksi ahli, secara logika tidak akan ada orang yang memberikan uang malah dikatakan sebagai penipu.

" Untuk itu, dalam perkara ini sebagai saksi ahli tidak ditemukan unsur pidananya. Maka perkara ini tergolong dalam ranah perdata, " pungkas saksi ahli pidana ini.


(Red/Afinast).

Romel Gantikan Edy Pimpin Kodim 0316/ Batam







Batam, BR - Letnan Kolonel Info Romel Jangga Wardhana pimpin Komando Distrik Militer (Kodim) 0316/Batam, gantikan Letkol Inf Edy Wdyanto, S, Sos. Dalam serah terima jabatan yang dilaksanakan di Makodim 0316/Batam. Selasa (14/8). 

Acara sertijab pucuk pimpinan TNI AD di lingkungan Kodim 0316 Batam itu, langsung di pimpin oleh Komandan Resort Militer (Korem) 033/WP,  Brigadir Jenderal (Brigjend) Gabriel Lema, S. Sos. 

Brigjend Gabriel Lema s. sos dalam amanat nya, menyampaikan bahwa serah terima jabatan di lingkungan TNI-AD, adalah hal yang biasa dilakukan dalam melaksanakan tour of duty dan tour of area, sehingga kesinambungan dalam menjalankan organisasi satuan dapat berhasil guna mendukung tugas pokok TNI-AD. 

Tak lupa juga,  Danrem yang ternyata jago  nyanyi dan memiliki suara yang merdu ini, juga mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus diberikannya, kepada Letkol Inf Edy Widyanto, S.Sos, atas segala pengabdian dan dedikasinya dalam mengemban tugas dan jabatannya selama di Kodim 0316/ Batam, yang berada di lingkungan Korem 033/Wira Pratama dengan baik, dan juga mengucapkan selamat bertugas di tempat baru sebagai Pabandya-2/Lur Spaban V/Sahlur Spersad.


Selain itu, ucapan terima kasih juga di sampaikan kepada Ny Edy Widyanto, yang selama ini setia mendampingi suaminya, dan juga mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai Ketua Persit Cabang 69 Kodim 0316/Batam, yang ikut serta dan berkontribusi memajukan organisasi Persit Kartika Chandra Kirana. 

Ucapan selamat juga diberikan kepada Letkol Inf Romel Jangga Wardhana beserta Istri, yang saat ini telah resmi sebagai Dandim 0316/Batam dan selamat bertugas di satuan ini, diharapkan dapat membawa perubahan positif di Kodim 0316/Batam ini. 

Pada kesempatan ramah tamah, usai pelaksanaan upacara  sertijab Dandim 0316 /Batam itu, Danrem juga menyampaikan bahwa Kodim 0316/Batam memiliki kekhususan, dimana Batam merupakan salah satu kota dengan letak yang strategis, selain berada di jalur pelayaran internasional, kota Batam memiliki jarak yang sangat dekat dengan Singapore dan Malaysia. 

" Kepada pejabat baru segera kuasai kondisi geografi, demografi dan kondisi sosial wilayah, bekerjasamalah dengan pihak-pihak instansi terkait yang ada di wilayah maupun komponen bangsa lainnya, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terutama mengatasi per-masalahan yang ada saat ini, " kata Danrem.


Lanjut Danrem, keberadaan Kodim 0316/Batam harus benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat dimanapun berada, bukan sebaliknya menjadi beban masyarakat. 

"Jadilah mitra yang baik dengan Pemko Batam agar keberadaan Kodim 0316/Batam, benar-benar dapat dirasakan manfaatnya," ujarnya.

Acara Sertijab Dandim 0316/Batam ini,  dihadiri oleh seluruh FKPD di lingkungan pemerintahan Kota Batam, yakni Walikota Batam, Kasrem 033/WP, Ketua DPRD Kota Batam, Danlanal Batam, Kapolresta Barelang, Dansat Brimob, Kajari, para Kasi Korem 033/WP, Komandan satuan jajaran Korem 033/WP, Kabalak, Ibu Ketua, segenap pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Korcab Rem 033 Pd I Bukit Barisan serta Perwira, Bintara dan Tamtama anggota Makodim 0316/Batam dan jajarannya.



(Red/Afinast). 

" Tidak Ada Pasal Yang Menjerat Terdakwa, Tjipta Fudjiarta Bisa Bebas Murni






Batam, BR - Pengadilan Negeri (PN) kembali menyidangkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan di PT Bangun Megah Semesta (BMS) dengan terdakwa Tjipta Fudjiarta, dengan agenda mendengarkan kembali keterangan saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Batam.

Sebelumnya,  agenda sidang mendengarkan keterangan saksi ahli yang dihadirkan oleh JPU ini,  sempat tertunda dua kali, dimana saksi ahli yang akan dihadirkan berhalangan hadir, karena kesibukan para saksi ahli tersebut.

Saksi yang dihadirkan oleh JPU ini, adalah Khairul Huda, seorang saksi ahli hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta yang dihadirkan dalam sidang tersebut.

Dan seperti biasa, sidang juga masih dipimpin oleh Majelis Hakim Ketua, Tumpal Sagala, didampingi dua hakim
anggotanya, Taufik Abdul Halim dan Yona Lamerossa Ketaren sama dengan sidang sebelum-sebelumnya.


Di hadapan majelis hakim persidangan dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), saksi ahli menerangkan bahwa objek tindak pidana penipuan dan penggelapan, serta keterangan palsu seperti yang dikenakan ke terdakwa Tjipta Fudjiarta ini ada tiga.

" Misalnya saja orang menyerahkan barang atau menghapuskan piutang, yang bisa berupa barang bergerak ataupun barang tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud, " kata Khairul Huda. Senin (13/8).

Ia melanjutkan, ketika orang menjual sahamnya, otomatis dia menyerahkan sahamnya ke pembeli yang jadi pemiliknya. Letak persoalannya sebenarnya apa yang mendorong terjadinya jual beli saham itu. Apakah didorong oleh penggunaan nama palsu, apakah didorong oleh tipu muslihat.

" Apakah didorong oleh rangkaian kebohongan, ada tidak unsurnya pidana tersebut. Kalau tidak ada, itu namanya peristiwa perdata ," ujar saksi ahli itu berapi - api di depan Hakim, JPU dan PH terdakwa.

Masih dikatakan oleh Khairul Huda, jadi
dalam perkara dugaan tindak pidana terdakwa ini,  tak bisa dikategorikan sebagai tindak pidana, ini murni perdata saja.


Lalu Sambungnya lagi, kalau hanya itu semata hanya sebuah hubungan yang wajar, dari semula memang pembicaraannya mengenai jual beli saham
atau utang piutang, tidak ada penggunaan upaya-upaya yang dibuat, jelas orangnya siapa, jelas perusahaannya apa, jelas barangnya apa, maka jelas perkara yang dikenakan ke terdakwa, tak bisa diseret-seret ke ranah hukum pidana atau tindak pidana.

" Ini bisa dijelaskan dari dua sisi hukum. Pertama dari sisi hukum pidana materiil. Kalau seseorang meminjam uang, lalu ada orang lain memberi pinjaman, maka yang mungkin tertipu itu seharusnya adalah si pemberi pinjaman. Karena objek dari tindak pidana penipuan itu memberi utang, bukan yang berutang. Kalau ada orang yang melaporkan misalnya dirinya telah ditipu, karena dirinya mau pinjam uang ke
orang atau rekannya, tapi si  pemilik uang ini tak memberikan pinjaman, atau orangnya ngasih pinjaman tidak sesuai dengan yang dibahas dari awal, ini tidak mungkin dan tak akan bisa dikonsumsi sebagai tindak pidana penipuan," jelas saksi  pidana ini se panjang lebar.

Masih kata saksi ahli, harusnya si pemberi utanglah yang bisa melaporkan bahwa dirinya merasa ditipu kalau dalam hubungan utang-piutang.

" Rasanya tak akan mungkin kalau orang yang berutang itu, dalam perkara ini merasa ditipu oleh si pemberi utang. Karena tidak termasuk objek dari tindak pidana penipuan," ungkapnya.


Yang kedua, lanjut saksi ahli, dari sisi hukum formil  terdapat dua fakta, yakni fakta yang harus dibutkikan dan fakta yang harus dijelaskan. Kalau ini ada hubungan utang piutang, harusnya dibuktikan. Sementara yang ada faktanya akta jual beli saham.

" Keterangan saksi, alat bukti berupa dokumen, saham sudah merupakan dua alat bukti yang itu sudah menjelaskan bahwa yang peristiwa terjadi ini adalah jual beli saham. Pertanyaannya adalah, atas dasar apa ada peristiwa yang larinya ke utang piutang. Lalu didasarkan pada klaim atau pernyataan sepihak dari seseorang bahwa ada utang piutang, itu tidak cukup kuat, tak memenuhi syarat pembuktian.
Karena ini ada akta yang menunjukkan itu harus dibuktikan. Itu problemnya adalah problem pembuktian, bukti yang menunjukkan bahwa telah terjadi hubungan utang piutang," ujar saksi  lagi.

Sementara untuk hubungan hukum lain, menurut saksi ahli, jual beli saham dibuktikan dengan misalnya keterangan saksi-saksi, termasuk keterangan pejabat pembuat aktanya, termasuk aktanya itu sendiri.

" Kalau dari segi hukum pidana, tentu saya memandang bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa jual beli saham, bukan utang piutang,"  Khairul Huda.

Saksi ahli berpendapat, kalau unsur tindak pidana penggelapan, kalau bicara soal jual beli saham, fakta yang dinilai adalah fakta yang melatarbelakangi jual beli saham itu.

" Kalau jual beli sahamnya berlangsung secara wajar, atas kemauan kedua belah pihak, ya harus  dikatakan perkara ini murni masalah keperdataan saja, tak bisa diseret ke ranah tindak pidana. Kalau dari segi pidana, kita lihat dulu apa barangnya, yang kemudian ada pada pengusaan pihak lain. Kalau saham sudah dibeli, maka saham itu menjadi milik dari si pembeli. Tak ada lagi hak si penjual untuk mengklaim atau mempermasalahkan saham yang sudah ia lepaskan atau ia jual ke pembelinya," ujarnya.

Kalaupun dikatakan penggelapan, saksi ahli mempertanyakan objeknya apa, barangnya apa yang telah digelapkan. Kalau berkenaan dengan hal lain, saksi ahli berpendapat, mungkin bisa dilihat dari segi keperdataannya, misalnya disinggung jual beli saham, tapi ada hubungannya dengan hotel. Apakah hotel itu dengan sendirinya kalau sahamnya dibeli, hotelnya juga beralih kepemilikannya, itu termasuk ranah perdata, bukan pidana.

" Prinsipnya adalah yang dilihat dari segi hukum pidana itu penipuan, apa yang melatarbelakangi jual beli saham, kalau penggelapan apa yang digelapkan dan apa yang diperlakukan seolah-olah sebagai miliknya sendiri. Kalau saya mengatakan, perkara ini tak bisa diarahkan ke ranah pidana, karena tak terbukti sedikitpun ada unsur pidananya," terang saksi ahli.

Dalam sebuah akta, lanjut saksi ahli, pihak-pihak di dalam akta itu dinyatakan transaksi jual beli ini dibayar lunas, dan itu ditandatangani oleh kedua belah pihak, maka akta itu sendiri menjadi bukti bahwa itu sudah dibayar lunas.

" Kalaupun ternyata si penjual mengklaim itu belum dibayar lunas, loh kenapa dia mau tanda tangan. Tanda tangan itulah yang menyatakan telah dibayar lunas," kata Dosen yang mengajar di tiga universitas ternama, seperti Unpad, UMJ dan Unri ini.

Sementara, lanjut saksi ahli, dari segi hukum pidana, akta itu tidak bisa ditarik ke ranah pidana. Karena akta itu dibuat di depan pejabat.

Kalau dalam akta itu tertera dibayar lunas dan ditanda tangani penjual dan pembeli, artinya memang sudah dibayar lunas.

" Kalau setelah jual beli saham, langkah apa yang dilakukan pembeli, itu tidak ada urusannya dengan hukum pidana, itu masalah keperdataan. Apakah setelah membeli saham, dia menguasai asetnya atau asetnya dijualnya lagi, itu masalah keperdataan," terangnya.

Kalau orang sudah beli saham dan menguasai asetnya, menurut saksi ahli, secara logika itu wajar saja, sebab sudah dibeli, itu tak ada relevansinya dengan pasar 378 ataupun 372 serta 266 KUH Pidana.

Sementara Hendie Devitra didampingi Sabri Hamri selaku kuasa hukum terdakwa Tjipta Fudjiarta meminta penjelasan kepada saksi ahli terkati apa itu menggerakan orang lain untuk tujuan tertentu dalam kaitannya dengan perkara yang ia tangani yakni seputar utang piutang dan jual beli saham.

" Menggerakkan itu tentu ditujukan kepada orang yang menjadi sasaran penyampaian rangkaian kebohongan, tipu muslihat. Kalau ada penipuan, seharusnya yang tertipu itu si pemberi utang, bukan justru yang berutang. Jadi sangat tidak mungkin kalau korbannya yang ditipu itu adalah orang yang berutang, " terang saksi ahli.

Yang harusnya untuk menjadi legal standing mempersoalkan persoalan perkara ini, menurut saksi ahli adalah pemilik sahamnya. Jadi tidak mungkin orang yang bukan pemilik saham, merasa tertipu kalau tidak bisa menguasai aset tersebut berupa hotel.

" Kalau memang akta kepemilikan saham itu terbukti misalnya palsu, tanda tangan penjual dipalsuka, baru itu bisa dikatakan masuk ke ranah hukum pidana perkara ini. Nah ini tidak ada sama sekali. Saya berpendapat, perkara ini tidak bisa diarahkan ranah pidana," ujar Hendie

Sidang selanjutnya masih dengan mendengarkan keterangan dua saksi ahli, yakni ahli hukum perdata dan ahli masalah keotentikan akta yang dihadirkan JPU akan digelar pada hari Jumat depan 24 - 8 - 2018.


(Red/Afinast).

Ini Kata Mantan GM dan Dirut PT. BMS Kepada Hakim Dalam Sidang






Batam, BR - Penuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Toh York Yee Winston hadir sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana penipuan, pemalsuan dan penggelapan surat - surat di PT. Bangun Megah Persada dengan terdakwa Tjipta  Fudjiarta, yang sidangnya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, pada Jumat (3/8) pagi. 

Mantan General Manager BCC Hotel dan Direktur Utama PT. Bangun Megah Semesta itu, memberikan kesaksian/keterangan kepada Majelis Hakim, JPU dan PH terdakwa Tjipta Fudjiarta, seputar apa yang diketahuinya dalam perkara sengketa kepemilikan saham di PT. BMS, selaku pengelola operasional BCC Hotel.

Masih dipimpin oleh Ketua Majelis yang yang sama pada sidang - sidang yang lalu, yakni Tumpal Sagala didampingi Hakim Anggota Taufik Abdul Halim dan Yona Lamerossa Ketaren dengan JPU Filpan F.D Laia dan Samsul Sitinjak serta Penasehat Hukum terdakwa sendiri, Hendie Devitra dan Sabri Hamri.

Dalam keterangannya, saksi Winston mengaku mulai bergabung di BCC Hotel sebagai General Manager pada tahun 2012.

" Tugasnya meningkatkan okupansi hotel dan cari omset. Sebagai GM saya bertanggung jawab kepada Conti Chandra selaku Direktur (PT.BMS), " kata Winston kepada JPU.

Winston juga mengaku, mendapatkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai General Manager (GM) di BCC,  yang ditandatangani oleh Direktur PT. BMS Conti Chandra.

" Pak Conti yang tandatangan, ada SK nya," ujar saksi.

Saat ditanya soal status saksi sebagai Warga Negara Asing (WNA), saksi mengaku  memiliki izin kerja (IMTA) saat Direktur PT. BMS dijabat Conti Chandra, namun saat akan mengurus perpanjangan izin kerjanya, Conti Chandra tidak bersedia tandatangan. 

" Waktu itu ada perpanjangan izin kerja, Pak Conti tidak mau tandatangan izin kerja saya," terang Winston.

Ia juga  mengaku tidak mengetahui alasan Conti Chandra, tidak mau tandatangan saat pengurusan perpanjangan izin kerjanya.

" Saya tidak tahu persis, mungkin pak Conti tidak senang dengan prestasi saya," kata saksi lagi.

Meski demikian Winston mengakui, tidak memiliki masalah dengan Conti Chandra saat bekerja sebagai GM BCC Hotel.

 " Tidak ada masalah," jelasnya.

Winston juga mengatakan, pada bulan Mei tahun 2013, dirinya diangkat sebagai Direktur Utama PT. BMS oleh Tjipta Fudjiarta selaku Komisaris.

" Waktu saya diangkat jadi Direktur Utama, pak Conti menjabat sebagai Direktur (PT.BMS). Saya bertanggung jawab terhadap operasional hotel kepada Komisaris Tjipta Fudjiarta," ungkap saksi.

Lanjut Winston, setelah menjabat Dirut PT. BMS, ia tidak pernah menerima laporan pertanggung jawaban dari Direksi sebelumnya.

" Waktu saya jabat Dirut, Pak Conti tidak ada laporan pertanggung jawaban keuangan ke saya," imbuhnya.

Namun di satu sisi,  Winston mengaku mengetahui tentang adanya pinjaman PT. BMS ke Bank Ekonomi sebesar Rp 70 Miliar.

" Sejak saya jabat Dirut, saya bertanggung jawab untuk membayar utang bank sebesar Rp 2 Miliar per bulan," jelasnya lagi.

Menurut saksi saat itu, pendapatan dari BCC Hotel tidak dapat membayar cicilan bank per bulannya.

" Utang itu dapat suntikan dari pak Tjipta, karena omset tidak tertutupi," terang  Winston.

Saksi mengaku, mengetahui adanya surat pengunduran diri Conti Chandra dari jabatan Direktur PT. BMS yang ditandatangani istri Conti Chandra sendiri.

" Pernah lihat suratnya (pengunduran diri) dari istri pak Conti itu, " kata saksi.

Saksi juga mengatakan, bahwa bangunan BCC Hotel juga terdapat apartemen atau residence yang bukan milik PT. BMS.

" Ada puluhan apartemen yang dimiliki orang lain," ujarnya. 

Saksi juga mengaku, mengajukan pengunduran diri sebagai Direktur Utama PT. BMS pada tahun 2014, dikarenakan tidak bisa fokus dengan operasional hotel kala itu.

" Saya tidak bisa fokus dengan operasional hotel, berhubungan dengan kasus ini berpengaruh kepada tingkat hunian hotel,  " terangnya.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, sidang perkara ini kemudian diskors selama 2 jam untuk kemudian dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia(UII) Yogyakarta, Muzakir.


(Red/Afinast). 

Ini Kata Hendie dan Filpan Terkait Tidak Hadirnya Saksi Fakta Dalam Sidang Yang di Tunda Sudah Dua Kali Itu

Hendie Devitra SH dan Filpan FD Laila SH, MH






Batam, BR - Sidang terdakwa Tjipta Fudjiarta dalam perkara dugaan penipuan, pemalsuan dan penggelapan surat - surat di PT. Bangun Megah Persada (BMS) kembali ditunda, setelah sebelumnya pada Jumat (27/7) lalu akan disidangkan, juga ditunda oleh Pengadilan Negeri ((PN) Batam dengan alasan pihak Kejaksaan Negeri Batam, belum dapat menghadirkan saksi - saksi fakta dalam perkara yang sempat menjadi perhatian publik Batam ini. Senin (30/7).

Adapun agenda sidang yang ditunda itu,  adalah untuk mendengarkan keterangan saksi yang akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejagung dan Kejari Batam, dan juga merupakan saksi fakta dalam perkara tersebut, dimana saksi itu berjumlah tiga orang, yakni Samuel Mulyadi dari Bank Ekonomi, Maruli Sinaga dari Bank CIMB Niaga, dan Yudi Yuliadi dari Kemenkum dan HAM, dimana sidang tetap di ketuai oleh Tumpal Sagala SH, dan  didampingi dua hakim anggotanya,  Taufik Abdul Halim SH dan Yona Lamerossa Ketaren SH.

Di karenakan ketiga saksi tidak hadir di persidangan tanpa alasan yang jelas, maka majelis hakim terpaksa kembali menunda sidang, menjadwalkan ulang sidang pada hari Jumat (3/8) nanti. Usai menjadwalkan ulang sidang, majelis hakim pun langsung menutup persidangan.

Hendie Devitra didampingi Sabri Hamri selaku penasihat hukum terdakwa Tjipta Fudjiarta saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN), mengatakan sudah dua kali terjadi penundaan sidang ketiga saksi fakta ini.

" Dengan ketidak hadiran ketiga saksi fakta pada pemeriksaan terdakwa ini, bagi kami ini merupakan upaya jaksa dalam membuktikan dakwaannya. Karena saksi inilah yang kemudian bisa diajukannya terdakwa ke Pengadilan Negeri," kata Hendie Devitra.

Namun begitu, Hendie juga akan mengapresiasi pihak Jaksa kalau sekiranya pemeriksa ini bisa cepat selesai, karena ini memang asas hukumnya. Dan jangan di depan sidang saksi tidak bisa berbicara lagi nantinya, lanjut Hendie.

" Melihat upaya jaksa, memang baru satu kali mereka melakukan pemanggilan resmi ketiga saksi, kami ikuti saja prosedurnya. Pemanggilan saksi itu kan maksimal tiga kali. Kita lihat apakah di kesempatan berikutnya saksi dapat dihadirkan atau tidak, baru nanti kami akan mengambil sikap," terang Hendie.

Sementara dari pihak Kejari Batam, dalam hal ini Kasipidum Kejari Batam, Filpan FD Laia SH, MH menegaskan, kalau jaksa itu bertugas menghadirkan para saksi dan alat-alat bukti lainnya.

" Kami sudah berusaha menemui para saksi. Kebetulan yang hendak kami temui  itu saksi Samuel Mulyadi, tapi kami justru ketemu sama ibunya, tak ketemu sama saksi Samuel. Kami sudah titip pesan ke ibunya untuk Samuel datang ke persidangan hari ini. Sedangkan dua saksi lainnya yakni Yudi Yuliadi dan Maruli Sinaga, mereka sudah tidak lagi tinggal di alamat yang sesuai dengan di BAP, " terang Filpan.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya sudah meminta bantuan juga untuk menghadirkan para saksi oleh penyidik. Namun sampai sekarang ini, pihaknya tidak mendapat keterangan apapun kenapa sampai para saksi ini berhalangan hadir.

" Kami akan mencoba memanggil lagi ketiga saksi yang tak hadir ini, sambil memperhatikan apakah nanti akan dilanjutkan lagi dengan pemeriksaan yang lainnya, sembari menunggu para saksi ini datang, itu proses tetap harus jalan," kata  lagi.

Filpan pun berjanji, pihak Kejari Batam akan tetap berusaha menghadirkan saksi dengan memakai surat panggilan ahli. Kalau tak datang lagi nantinya, pihaknya mengaku tidak tahu, apakah jadwalnya terbentur dengan urusan lainnya.

" Kenapa saksi tak hadir, sampai sekarang kami belum dapat keterangannya," pungkas Filpan.


(Red/Afinast).

Fashion Club Batam Hadirkan DJ Kelas Dunia dan Nasional








Batam, BRSaluutttt....buat Fashion Club yang bisa datangkan DJ Talisa sang juara Disk Jockbey di Krakow Polandia, dalam ajang kompetisi RedBull 3Style World yang juga menjadi DJ Champion RedBull 3Style mewakili Indonesia.
Berada dilokasi Lantai 3 Mall Ramayana Jodoh, Fashion Cub Batam sengaja datangkan DJ Talisa untuk pukau pengunjung dengan  skill bermain musik yang fantastik, khususnya di musik DJ yang banyak digandrungi para clubber Batam saat ini.
Bahkan konon katanya, DJ Talisa sudah tidak asing lagi terdengar nama nya di telinga para clubber Batam dan Indonesia tentunya. Berasal dari Tulung Agung,Jawa Timur dengan nama asli Talisa Kurlina, telah banyak menjadi huat bibir para netizen dalam menjuarai kompetisi DJ dunia yang digelar di benua biru Eropa tersebut.
" Kedatangan DJ cantik ini cukup spesial di Fashion Club ini, kususnya Batam," kata Jay managernya Fashion Club Batam ini.
Event spesial ini juga disupport oleh Resident  DJ Diaz Jay , DJ Charies, DJ Wiie, Bima Fireflair serta Queen Dancer.
Dan para clubber akan  mendapatkan discont minuman up sampai 30%, khusus untuk buka botol Jack Daniel, Chivas dan Red Label dalam setiap pemesanannya.
Nah… tunggu apalagi guys... segera hubungi hot line+6281372431228, untuk pemesanan table dan sofa, serta ditunggu kedatanganya di Fashion Club batam, Life is The Party.


(Red/Afinast/Batamclubbing).

Ada DJ Super Kece di Noname Cafe Malam ini








Batam, BR - Masih ingat Noname Cafe kan...!!!??, yach...!!!...tentunya ingat dunk ama tongkrongan nya para clubber dan kawula muda seantero Batam, dimana pengunjung nya akan selalu rindu dengan suasana cafe gaul yang sangat terkenal di Kota Industri Pulau Batam ini.
Noname Cafe yang berlokasi di jantungnya perekonomian Batam (Nagoya) , tepatnya di Hotel Harmoni - Jln. Raja Ali Haji - Batu Ampar ini, terus hadir dan semakin eksis  dalam memberikan warna - warni hiburan malam, dengan konsep dan tajuk hiburan yang berbeda - beda di setiap event yang diselenggarakannya, ini demi kepuasan para pengunjung setianya yang selalu  datang menikmati hiburan musik dan DJ yang disuguhkan di cafe yang terbilang paling pertama dan punya nama besar Batam saat ini.
Dan malam ini, Noname Cafe hadirkan DJ INDRI dari Jakarta. DJ super kece dan manis ini akan menghibur seluruh pengunjung setia Noname Cafe, yang dikenal dengan sebutan Nonameholic dan juga para clubber Batam lainnya yang datang menikmati suguhan musik Disk Jockey Noname ini. Jumat - Sabtu (27 - 28 Juli 2018).
Meskipun masih muda, DJ INDRI cukup punya nama di jajaran para dJ wanita (FDJ) yang ada di Indonesia saat ini, dengan memulai karir dj nya pada Tahun 2015 lalu, 
Cukup banyak club - club malam di kota - kota besar yang ada di Nusantara ini, yang memanggilnya untuk tampil dalam memberikan hiburan musik (Dj), dimana setiap penampilannya memberikan arti dan kepuasan tersendiri, yang akan dipersembahkan dalam balutan hiburan musik dj yang berkualiatas dan profesional, bagi para pengunjung ataupun para penikmat musik dj di kota - kota besar tersebut.
Sebut saja, di Jakarta, Surabaya, Jogya, Bandung, Manado, Kalimantan, Palembang, Pekanbaru, Padang dan kota - kota lainnya.
" Yoook clubbers Batam ke Noname malam ini, mari kita party bareng dan dance bareng bersama saya, dan saya akan tampilkan buat kalian semua yang terbaik malam ini...disini di Noname Cafe Place to Party...," kata DJ INDRY yang super kece ini. Sabtu (27/7).
Selain Dj INDRY yang manis dan kece ini tampil, terlebih dahulu dan yang pastinya semua clubber Batam atau Nonameholic (pengunjung) pasti tau dan ngga asing lagi dengan penampilan DJ Nerry, DJ Ello L3remix, Mc Joe Panther, serta dua home band Elrhythm dan Alexandria, yang selalu setia menghibur para pengunjung setia Noname Cafe setiap malamnya.

Evan atau yang dikenal dengan Evan Ataya, managernya Noname Cafe mengatakan, bahwa pihaknya terus dan akan terus menyuguhkan penampilan terbaik dari artis atau dj yang dihadirkan di Noname Cafe ini , hanya semata - mata demi memanjakan dan kepuasan dan haus akan hiburan malam, untuk semua para pengunjung setia kami dan tentunya para clubber Batam yang datang menghabiskan malam libur panjang (weekend) nya disini, di Noname Cafe  Place To Party ...tempat tongkrongan party se party - partinya...
" Nongkrong disini aja, jangan kemana - mana lagi, kami akan suguhkan tempat party dan tongkrongan sepuasnya buat kalian berparty ria sejadi - jadinya disini...di Noname Cafe ...ini...!!!" ajak Evan.
Untuk info & rsv lebih lanjut, datang langsung saja ke Noname Cafe Batam, atau bisa juga menghubungi atau WhatsApp di No. Telp  : Bim-bim 08127741908 & Evan 081277863819.


(Red/Afinast).





 

Catwidget2

ads2