HEADLINE

" BEAT AFTER UR EGO " nya Dj CINDY KWOK di Noname Cafe







Batam, BR - Masih dalam tajuk yang sama " On Passionate February ", Noname Cafe place to party terus suguhkan hiburan musik Dj yang berkualitas, profesional, aktraktif dan tentunya penuh nuansa party mampu buat pengunjungnya, larut hanyut dalam suasana pesta kegembiraan tiada tara sepanjang malam weekend di Minggu ini. 

Dan malam ini, Noname Cafe hadirkan FDJ cantik, berkulit putih, wajahnya yang  oriental khas Mandarin, dan yang pasti tentu so... seksi, siapa lagi klo bukan DJ CINDY KWOK yang siap hibur pengunjung habis - habisan untuk berparty ria sepuas-puasnya malam ini dengan iringan musik dj khas, yang mampu buat pengunjung tinggalkan bangku nya, tuk joget - joget bareng, dancing, jingkrak - jingkrak riang penuh suasana kegembiraan pesta ria dalam tema party " BAE " atau Beat After Ure Ego. Sabtu (24/2).

DJ CINDY KWOK merupakan seorang dj event, yang bergabung di DSX Management sejak 206 lalu. Meskipun terbilang baru namun karir dj nya tidak bisa dianggap enteng (sepele) dimana ia sering bermain diluar kota kelahirannya sendiri, yakni Surabaya.

" Aku banyak bermain diluar kota di Indonesia, selain Surabaya kota ku sendiri,  yakni main di Makasar, Manado, Palu, Balikpapan, Palangka raya, Kendari, Kupang, Timika, Ambon, Sorong dan kota - kota lainnya, dan tentunya juga Jakarta," kata Cindy.

Sebelum terjun ke dunia disk jockey (dj) ini, DJ CINDY KWOK terlebih dahulu mengawali karirnya sebagai seorang model, dan juga punya usaha turun temurun dari keluarganya berupa usaha kuliner.

Penyuka aliran musik (genre)  RnB, Trap , EDM, serta lainnya itu, optimis mampu buat semua pengunjung Noname Cafe yang biasa disapa Nonameholic, tidak akan betah lama - lama duduk di tablenya, karena musik yang dimainkan oleh DJ CINDY KWOK akan menyihir semua pengunjung, untuk melantai ke hall, jingkrak dan berjoget dengan penuh party, sepuas - puas nya hingga melupakan kalau malam ini adalah malam weekend nya yang panjang.

Dan yang pastinya lagi,  DJ CINDY KWOK tidak akan sendiri dalam mainkan musik dj nya, karena ada MC JOE yang menemaninya bersama dalam memberikan suguhan musik parti yang ceria,  penuh kegembiraan dan pesta yang meriah malam ini.

Selain MC JOE, juga ada NOEANSA Band dan ZINERGY Band serta DJ CHINTIA NERRY yang juga akan mampu buat semua pengunjung Noname Cafe semakin terhibur dan berpesta ria bersama - sama teman, kolega, dan yang pastinya para clubber-clubber Batam.

" Mana nie.... Nonameholic dan Clubber Batam.. !!...  katanya suka party,  sini datang ke Noname Cafe place to party, dijamin ga kan nyesal dech kalian semua nya,  karena disini tempat party yang sebenarnya party,  " kata Bim - bim salah satu stafnya Noname Cafe.

Datang sekarang juga dan habiskan malam weekend panjangmu bersama kami disini,  di Noname Cafe place to party,  atau bisa juga memesan tablenya di hotline kami dibawah ini :

☎Bim-bim 08127741908.
☎Evan 081277863819.

Dijamin akan dapatkan table yang kamu inginkan, dan habiskan malam weekend panjangmu, tuk berparty ria sepuas-puasnya, karena disini tempatnya party separty - party nya.


(Red/Aidil). 



Menkeu Sri Mulyani : Indonesia Terindikasi Jadi Daerah Rawan Pengedaraan Narkoba Jenis Sabu


Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. 






Batam, BR - Mentri Keuangan Indonesia Sri Mulyani mengatakan, melihat begitu besarnya hasil tangkapan penyelundupan narkoba jenis sabu ini, mengindikasikan bahwa Indonesia menjadi daerah yang rawan dalam pengedaran zat-zat berbahaya seperti methametamin. Jumat (23/2). 

"Untuk diketahui, Bea dan Cukai Indonesia telah menangani 342 kasus penyelundupan narkoba seberat 2,1 ton sepanjang 2017 genap 12 bulan. Namun kali ini, di 2018 yang belum genap 2 bulan, dalam penanganan 57 kasus penyelundupan narkoba, telah diamankan 2,932 ton barang bukti. Hal ini menggambarkan Indonesia kebanjiran serangan narkoba yang jumlahnya terus meningkat setiap hari, minggu dan bulan," ungkapnya.

Sri menambahkan, dirinya berterima kasih kepada Kapolri beserta jajaran dan Tim Merah putihnya, Panglima TNI AL dengan dengan pasukan perairannya, Kejaksaan Tinggi serta unsur masyarakat atas kerjasama dalam mengungkap peredaran narkoba ini.

"Dengan kejadian ini kami akan meningkatkan kinerja serta kewaspadaan, dan Batam menjadi daerah yang cukup rawan dalam kasus penyelundupan barang-barang berbahaya masuk ke dalam Indonesia," tambahnya.

Lanjut Sri, untuk itu Bea Cukai dengan tim patrolinya yang terintegrasi dengan instansi lainnya terus berupaya mengamankan perairan Batam, Indonesia khususnya. Hal tersebut juga dilakukan di darat dengan meletakkan anggota di seluruh bandara yang ada di Indonesia.

"Kerjasama dengan pihak Kepolisian, TNI AL, BNN dan masyarakat luas menjadi sangat penting, karena jika berbicara mengenai apakah ini menjadi penyelundupan terakhir? Tentu tidak. Karena berdasarkan harga (narkoba) dengan pengguna terus meningkat. Apalagi Indonesia dengan negara yang perekonomiannya yang semakin tumbuh dibarengi kelas menengah yang meningkat, menimbulkan pemikiran tentang sebuah target pasar yang luar biasa besar," kata Sri.

Ia juga mengatakan, dengan 250 juta jiwa rakyat Indonesia dengan income perkapita yang tumbuh  termasuk yang terbesar di dunia, menjadikan Indonesia sebagai pasar yang tepat menjajakan dagangan termasuk narkoba. Oleh karena itu Sri menganggap jika unsur Pemerintah tak meningkatkan kewasapadaan dan kekompakkan dalam beroperasi, maka peredaran narkoba akan terus terjadi. Ia juga mengatakan terus memperbaiki sistem integrasi yang disebut rest profiling. Karena Polri tak hanya mengurusi penyelundupan narkoba saja, Bea Cukai, TNI dan Pemerintahan juga sama.

"Teknologi juga sangat membantu, untuk itu kami akan memperbaiki alat penunjang untuk dapat memantau wilayah Indonesia yang memiliki wilayah perairan yang luasnya cukup luas. Kerjasama dengan pihak luar negeri juga menjadi sangat penting, untuk itu informasi yang dihimpun dari negeri tetangga juga turut membantu memeriksa pergerakan kapal-kapal yang dicurigai membawa barang berbahaya," tambahnya.
Ha ini dikatakan Menteri Keuangan RI ( Menkeu) Sri Mulyani saat menggelar konfrensi pers bersama Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian di lokasi standarnya kapal pembawa sabu 1,6 ton asal Taiwan.

Ia mengatakan, dengan melihat begitu besarnya hasil tangkapan penyelundupan narkoba jenis sabu di Indonesia saat ini, terindikasi menjadi tempat yang rawan dalam peredaan narkoba tersebut.

Menkeu gelar konfrensi pers dengan Kapolri. 


" Perlu diketahui, bahw Bea Cukai Indonesia, telah menangani 342 kasus penyelundupan narkoba seberat 2,1 ton sepanjang 2017 genap 12 bulan. Dan di 2018 yang belum genap 2 bulan, seta dalam penanganan 57 kasus penyelundupan narkoba, telah diamankan 2,932 ton barang bukti. Ini menggambarkan Indonesia kebanjiran serangan narkoba yang jumlahnya terus meningkat setiap hari, minggu ke minggu dan bulan ke bulan " kata Sri.

Ditambahkan nya, ia sangat berterima kasih kepada Kapolri beserta jajaran dan Tim Merah putihnya, Panglima TNI AL dengan dengan pasukan perairannya, Kejaksaan Tinggi serta unsur masyarakat atas kerjasama dalam mengungkap peredaran narkoba ini.

81 karung (1,6 Ton)  sabu yang berhasil diamankan Tim Satgassus Polri dan Bea Cukai. 


" Dengan kejadian ini,  kami akan meningkatkan kinerja serta kewaspadaan, dan Batam telah menjadi daerah yang cukup rawan, dalam kasus penyelundupan barang-barang berbahaya yang masuk ke dalam Indonesia," ujarnya.

Untuk itu Bea Cukai dengan tim patrolinya yang terintegrasi, dengan instansi lainnya terus berupaya mengamankan perairan Batam, Indonesia khususnya. Bukan itu saja, hal ini juga dilakukan di darat dengan meletakkan anggota di seluruh bandara yang ada di Indonesia.

" Kerjasama dengan pihak Kepolisian, TNI AL, BNN dan masyarakat luas menjadi sangat penting, karena jika berbicara mengenai apakah ini, menjadi penyelundupan terakhir? Tentu tidak. Karena berdasarkan harga (narkoba) dengan pengguna terus meningkat. Apalagi Indonesia dengan negara yang perekonomiannya, yang semakin tumbuh dibarengi kelas menengah yang meningkat, menimbulkan pemikiran tentang sebuah target pasar yang luar biasa besar," tutur nya.

Menkeu RI dan Kapolri beri ucapan selamat kepada Tim Satgassus Polri dan Bea Cukai. 


Ia juga mengatakan, dengan 250 juta jiwa rakyat Indonesia dengan income perkapita yang tumbuh  termasuk yang terbesar di dunia, menjadikan Indonesia sebagai pasar yang tepat menjajakan dagangan termasuk narkoba.

Oleh karena itu ia menganggap, jika unsur Pemerintah tak meningkatkan kewasapadaan dan kekompakkan dalam beroperasi, maka peredaran narkoba akan terus terjadi.

Ia juga mengatkan, terus memperbaiki sistem integrasi yang disebut rest profiling. Karena Polri tak hanya mengurusi penyelundupan narkoba saja, Bea Cukai, BNN, TNI dan Pemerintahan juga sama.

4 tersangka WNA Taiwan yang membawa sabu1,6 Ton. 


"Teknologi juga sangat membantu, untuk itu kami akan memperbaiki alat penunjang untuk dapat memantau wilayah Indonesia yang memiliki wilayah perairan yang luasnya cukup luas., " terangnya.

Sri Mulyani juga menegaskan, Kerjasama dengan pihak luar negeri juga menjadi sangat penting, untuk itu informasi yang dihimpun dari negeri tetangga juga turut membantu memeriksa pergerakan kapal-kapal yang dicurigai membawa barang berbahaya.

Satu dari 4 tersangka pembawa sabu 1,6 ton asal Taiwan. 



(Red/Aidil). 

Kapolri dan Menteri Keuangan RI Tinjau Kapal Pembawa Sabu 1,6 Ton di Batam

Kapolri Jenderal Pol, Tito Karnavian. 










Batam, BR - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan (Menkeu RI) Sri Mulyani turun ke Batam, untuk melihat langsung kapal ikan berbendera Singapura, asal Taiwan, yang membawa sabu seberat 1,6 ton, hasil tangkapan Tim Satgassus Polri Bea Cukai, serta menggelar konfrensi perw dengan awak media Cetak, Elektronik dan TV baik Nasional maupun Lokal. 

Dalam acara konfrensi pers tersebut hadir  Kabareskrim, Kapolda Kepri, Dirjen Bea Cukai, Sekjen Kemenkeu, Danrem, Danlantal, Ketua Pengadilan Tinggi, Gubernur Kepri, Kajati dan Ketua DPRD Kepri.

Kapolri dan Menkeu RI gelar konfrensi pers. 


Bahkan dilokasi berlangsungnya acara tersebut, tampak puluhan anggota polisi, TNI AD, TNI AL dan bea cukai,  yang diterjunkan dalam pengamanan proses konfrensi pers itu. Sedangkan di udara wilayah Batam, juga terlihat satu helikopter milik Polda Kepri, yang mondar mandir berputar, ikut juga dalam pengamanan tesebut.

Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian mengatakan, bahwa ia sangat mengapresiasi kinerja jajaran Kementrian Keuangan Indonesia, dalam hal ini Bea Cukai (BC) yang selama ini bekerja dengan gigih menggagalkan berbagai macam penyelundupan.

4 WNA asal Taiwan pembawa sabu 1,6 Ton. 


Ia menambahkan, saat penangkapan kapal pembawa sabu 1,6 ton itu, sedang berada di Jepang. Sedangkan Menteri Keuangan Indonesia (Menkeu RI) Sri Mulyani berada di Arab Saudi.

" Kita sama-sama sedang tugas saat kejadian, tetapi informasi tetap kami dapatkan dari komunikasi yang terjalin sangat baik selama ini " kata Tito. Jumat (23/2) sekitar pukul 15.30 Wib.

Barang bukti Sabu sebanyak 81 karung (1,6 Ton). 



Bahkan Tito dan Sri Mulyani, datang ke Batam, selain ingin melihat kapal pembawa sabu 1,6 ton dengan 4 tersangka nya, juga ingin mengucapkan selamat kepada TimSatgassus Polri dan Bea Cukai yang telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang haram tersebut saat melintas di Perairan Kepri.

Kapolri, Menkeu RI beri ucapan selamat kepada Tim Satgassus Polri dan Bea Cukai. 




" Selamat atas kinerja Tim Satgassus Polri dan Bea Cukai seluruh anggota, yang bertugas, dan seterusnya agar lebih bersemangat lagi, dalam menyelamatkan generasi muda melaui penggagalan peredaran narkoba di Indonesia, " pungkas Jenderal Tito Karnavian.

Salah satu WNA asal Taiwan pembawa sabu 1,6 Ton. 



(Red/Aidil). 


Kapolda Kepri Benarkan Penangkapan Kapal Yang Bawa Sabu 1,6 Ton di Anambas







Batam, BR - Kapolda Kepri, Irjen Pol. Didid Widjanardi benarkan penangkapan kapal berbendera Singapura, pembawa 1,6 Ton Sabu di Perairan Anambas, Kepri. Selasa (20/2). 

Hal tersebut dijelaskan oleh Kapolda Kepri saat gelar konfrensi pers di sekitar lokasi diamankan nya kapal pembawa 1,6 Ton sabu, tepatnya dipelabuhan logistik Bea Cukai Sekupang, Batam.

Menurutnya, Tim Gabungan dari Satgassus Polri, Direktorat IV Tipidnarkoba, Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai Batam menangkap sebuah kapal berbendera Singapura di perairan Anambas, Kepulauan Riau.

" Kapalnya yang di tangkap di perairan Anambas kemudian di bawa ke pelabuhan Sekupang, kapal yang di amankan dan di tindak oleh Tim Gabungan dari Satgassus Polri, yang berkolaborasi dengan Bareskrim Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polda Kepri serta rekan - rekan Bea dan Cukai, dimana kapal tersebut merupakan kapal Taiwan, yang berbendera Singapura  " kata Irjen Pol. Didit Widjanardi.

Dijelaskannya, saat ini masih di lakukan pendalaman dan integritas kapal tersebut,  merupakan kapal ikan. Dan juga telah di sita dokumen penangkapan ikan yang palsu.

" Untuk sementara masih kita lakukan pendalaman dan sementara masih di integrasi sebagai kapal penangkap ikan, akan tetapi tidak ada tanda - tanda penangkapan ikan, serta telah kita sita dokumen penangkapan ikan yang palsu, " ujar Kapolda.

Ia juga mengungkapkan, ada 4 orang yang diamankan, dan merupakan WN Thaiand. Serta dalam kapal tersebut di temukan 81 karung, yang telah diamankan juga oleh  Tim Gabungan dari Satgassus.

" Tersangka ada empat orang Warga Negara Thailand, dan telah di temukan 81 karung yang telah di kemas dengan berat 1,6 Ton yang berhasil di ungkap Tim Gabungan dari Satgassus Polri. Dan saat ini masih di lakukan pengamanan dan olah TKP, untuk mencari barang bukti lainnya, yang masih tersimpan di dalam kapal, " ungkap Irjen Pol. Didit Widjanardi.

Sedangkan pihak Bea Cukai, Susilo Barata juga menjelaskan, bahwa pihak Bea dan Cukai bersama Tim Gabungan dari Satgassus Polri, mengerahkan dua unit kapal milik Bea dan Cukai, dengan nomor lambung BC 2005. untuk mengejar target ,dan setelah target dapat langsung kita tarik ke Sekupang.

" Kita mendapatkan instruksi dari Mabes Polri, dan bersama Tim Gabungan dari Satgassus Polri, mengerahkan dua kapal milik Bea dan Cukai, bernomor lambung BC 2005, untuk menuju ke target dqn disergap langsung kita tarik ke Sekupang, " terang Susilo Barata.

" Sedangkan barang bukti tersebut, belum di ketahui mau di bawa ke Batam atau tempat lainnya, dan sekarng masih dilakukan penyelidikan.


(Red/Aidil). 

Inilah Kronologis Penangkapan Kapal Pembawa Sabu 1,6 Ton yang Ditangkap Satgassus Polri dan Bea Cukai

                                                                     Photo. kricom.id






Batam, BR - Tim gabungan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Polri, Direktorat IV, Tipidnarkoba, Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai Batam berhasil mengungkap Tindak Pidana Narkoba di daerah Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang diangkut oleh sebuah Kapal berbendera Singapura dengan berawakan 4 orang Warga Negara (WN) China.

Meskipun lokasi penangkapan kapal berada di Perairan Anambas, Kepri, namun kapal tersebut dan beserta barang buktinya, yakni 1,6 Ton Sabu- sabu dan juga 4 WN China langsung dibawa oleh Tim Satgassus ke Pelabuhan milik Bea dan Cukai di Sekupang, Batam. Selasa (20/2).

Adapun jumlah barang bukti yang diamankan, sebanyak 81 Karung yang berisikan Methampetamine (jenis sabu) yang masing - masing karung, kurang lebih berisikan 20 Kg, dengan berat kotor nya
1,600 Kg atau 1,6 Ton.

Dan dari pantauan Batamreport.com,  Tim Satgassus terus melakukan pemeriksaan dan penghitungan barang bukti tersebut.

Adapun inisial masing - masing tersangka dari 4 WN China tersebut, TM, TY, TH (nahkoda), dan LYH

Sedangkan kronologis penangkapan kapal pembawa sabu 1,6 Ton berbendera Singapura itu, bermula dari Tim gabungan Satgassus Polri yang telah melakukan koordinasi awal bersama perwakilan Bea Cukai Kanwil Kepri, di Kantor Dit Narkoba Polda Metro Jaya pada hari Kamis (15/2) Dan keesokkan harinya Jumat (16/2) Tim berangkat ke Batam.

Setelah tiba di Batam, kembali Tim Satgassus berkoordinasi dengan Bea Cukai Kanwil Kepri, Sabtu (17/2) di Pelabuhan Punggur, Batam. Dan kemudian Tim pun bergabung dengan Kapal milik Bea Cukai dengan Nomor Lambung BC 2005.

Bahkan Tim Tindak bersama Kapal Bea Cukai, dalam melakukan pengungkapannya, telah tiba di sekitar Perairan Anambas, Kepri pada Minggu (18/2) dengan melanjutkan Patroli di sekitaran Perairan Anambas tersebut.

Keesokkan harinya, tepatnya Senin (19/2) Tim Satgassus tersebut mendapat informasi mengenai titik koordinat kapal yang telah menjadi target, tepatnya di kordinat 01.09.227 U / 103.48.023 T.

Dan akhirnya Tim kembali berkoordinasi dengan Bea Cukai Kanwil Kepri, untuk dilakukannya penyisiran dan pengejaran terhadap kapal target tersebut.

Hingga akhirnya, Selasa (20/2) tepat pukul 02.00 Wib Tim Satgassus Polri dan Bea Cukai, berhasil melakukan penangkapan kapal pembawa sabu 1,6 Ton itu, dengan menggunakan Kapal BC 2005 di perairan Karang Helen Mars, yang berdekatan dengan Karang Banteng, serta berhasil mengamankan 1 unit kapal ikan berisi Jaring Ketam asal Taiwan, yang berbendera Singapura tanpa memiliki dokumen dan surat-surat kapal.

Dan sekira pukul 08.00 Wib, di hari yang sama, Selasa (20/2) kapal pembawa 1,6 Ton sabu berbendera Singapura dengan 4 WN China itu, yang ditangkap Tim Satgassus Polri dan Bea Cukai di perairan Anambas, Kepri itu, di giring menuju Pangkalan Bea Cukai, yang ada di Sekupang bersama dengan Kapal Bea Cukai 20007 dengan turut serta Tim Bareskrim Mabes Polri.


(Red/Aidil). 

Kapal Taiwan Bawa Sabu 1,6 Ton di Tangkap Bea Cukai Batam








Batam, BR  - Puluhan aparat keamanan kepolisian dari Brimobda Kepri, Polairud dan Polresta Barelang, mengamankan sebuah kapal Taiwan pembawa sabu 1,6 ton yang ditangkap petugas Bea Cukai Batam, dan saat ini kapal tersebut berada di pelabuhan BC Batam di Sekupang, Selasa (20/2). 

Pantauan dilapangan, pihak Kepolisian juga sedang melakukan proses pemeriksaan kapal Taiwan pembawa sabu tersebut, dan proses pemeriksaan tengah berlangsung di gudang PT Sekupang Makmur Abadi.


Informasi yang didapat di lokasi saat ini, kapal yang diamankan diduga membawa 86 karung sabu seberat 1.600 kilogram. Dan awak media yang telah datang ke lokasi pun tidak diperkenankan masuk ke dalam kawasan gudang logistik tersebut.

Tampak juga belasan mobil milik Polda Kepri, Barracuda Brimob dan Bea Cukai Batam, serta Polisi Air dan Udara (Polairud) keluar masuk ke dalam gudang tersebut. 

Dan saat ini belum ada informasi lebih lanjut terkait penangkapan kapal bermuatan sabu tersebut.


(Red/Aidil). 

Ada DJ ADITYA PUTRI dalam " IMMORTAL LOVE " nya Noname Cafe






Batam, BR -  Masih dalam tema Passionate February, Noname Cafe kembali mengajak para pengunjung setianya, untuk ber party ria bersama dalam tajuk " IMMORTAL LOVE " yang dikemas dan dipadukan dengan suasana perayaan Imlek A great moment of Gong Xie Fat Cai. Sabtu (16 - 17) malam ini.

Dalam " IMMORTAL LOVE " Nomane Cafe kembali menghadirkan seorang DJ cantik dan manis serta sexy (FDJ) ADTYA PUTRI asal kota Kembang Bandung.

Lahir pada 21 Tahun silam, DJ ADITYA PUTRI adalah seorang DJ Event yang telah banyak bermain di club - club besar yang ada di Indonesia, seperti di Cirebon,  Bandung, Lombok, Jakarta, Surabaya dan kota - kota lainnya.

Selain menekuni dunia DJ selama kurang lebih 3 tahunan ini, DJ ADITYA PUTRI  yang mempunyai hobi nari, main alat musik, dan baca buku , pernah menjadi Miss Favorite nya " Popular Magazine 2017 " dan 1st Winner The Best Female Dancer Honda 2016.

" Selain nge - dj, aq juga suka dancer sampai sekarang " kata ADITYA PUTRi.

Menyenangi genre musik EDM, Bounce, Trap, RnB, Twerk etc, tentunya DJ ADITYA PUTRI mampu membawa pengunjung Noname Cafe untuk berparty ria, habiskan malam libur (weekend)  nya yang panjang,  untuk seru - seruan dan joget bareng bersama teman dan juga para clubber Batam lainnya di Noname Cafe Place to party malam ini.

" Buat semua clubers yang ada di Batam, jangan lupa yaa... malam ini kalian harus datang ke Noname Cafe... !!,  karena bakalan ada aku, untuk hibur kalian semua nya, dan yang pasti kita akan seru - seruan bareng... disini....  see you there .., " ajak DJ ADITYA  PUTRI dengan senyum manis nya.

Seperti biasa, DJ ADITYA PUTRI bermain tidak sendirian, karena ada MC Joe Fanther yang menemani nya bermain musik dj dengan membawakan lagu - lagu yang sedang digandrungi para kawula muda dan clubber Batam, serta NOEANSA Band dan ZINERGY sebagai band pembuka untuk menghibur para pengunjung setia Noname Cafe, yang biasa disebut dengan sebutan Nonameholic.

Untuk informasi dan Rsv.. bisa menghubungi :
.
☎Bim-bim 082170967900.
☎Evan 081277863819.

" Ayoo. .. Nonameholic dan Clubber Batam,  pesan table mu disini, kita seru - seruan,  jingkrak - jingkrak ria,  joget bareng bersama kami dengan ditemani DJ ADITYA PUTRI yang cantik dan manis serta sexy... dengan alunan musik dj yang modern, aktraktif dan profesional, " seru Evan selaku Managernya Operasionalnya Noname Cafe place to party.



(Red/Aidil). 
 

Catwidget2

ads2